
Jakartapress.com – Di usia 11 tahun, ketika teman sebayanya masih asyik bermain boneka Barbie-nya, Medina Warda Aulia sudah berkutak dengan bidak catur. Tiga tahun kemudian, dia menggondol predikat Master Catur Internasional.
Tidak tanggung-tangung, dalam sebuah kompetisi catur internasional bertajuk Singapore International Chess Championship 2011, Medina berhasil meraih dua gelar sekaligus,
Women International Master (WIM) dan Norma Grand Master.
Dua gelar itu didapat siswi SMPN 1 Bekasi ini setelah mengalahkan pecatur dari Vietnam untuk kategori SMP dalam kompetisi yang berlangsung pada akhir Desember 2011 lalu.
Kehebatan Medina mengatur strategi menaklukan lawan tidak lepas dari ulah Nur Muchlisin, sang ayah yang ‘memaksa’nya mengerti hingga mencintai catur. Bayangkan, disaat dirinya asyik berimajinasi dengan boneka Barbie-nya, sang ayah malah mengajaknya bermain catur.
"Awalnya saya suka bermain Barbie. Kemudian ayah mengenalkan saya dengan catur," ungkap Medina.
Sejak ia duduk di kelas IV SD, sang ayah mulai mengajarinya "bermain" dengan bidak-bidak catur. Tak disangka, tiga bulan kemudian Medina berhasil menjadi juara pertama pada kejuaraan daerah Provinsi DKI Jakarta. Atas prestasinya itu, ia berkesempatan mengikuti SEA Games. Hasilnya tak buruk. Ia berhasil membawa pula medali perak.
Melihat bakat cemerlang yang dimiliki putrinya, Nur mendaftarkan Medina di sebuah sekolah catur kenamaan di Indonesia. Setelah mengasah bakatnya, tahun 2008, untuk pertama kalinya Media mengikuti kompetisi catur antarpelajar internasional di Yunani. “Anak saya dapat medali emas setelah mengalahkan peserta dari Rusia,” papar Nur.
Suka Mewarnai
Menurut Medina, dirinya mendapat inspirasi untuk lebih mendalami catur melalui boneka Barbie kesayangannya. Pelajar kelas IX kelahiran Bekasi 7 Juli 1997 ini mengungkapkan, Barbie bisa disusun menyerupai raja dan ratu di sebuah kerajaan. “Demikian juga catur. Saya tertarik untuk menyusun bidak catur yang juga memiliki raja dan ratu," ujar Medina yang terobsesi menjadi Grand Master (GM) termuda di Indonesia.
Peraih gelar juara dunia kompetisi catur antar pelajar 2008 ini mengungkapkan, sejumlah pelatihan pada sekolah catur guna mempersiapkan diri di berbagai pertandingan menyita waktu dan perhatiannya. Bahkan mengakibatkan prestasi akademisnya di sekolah menurun.
"Dari kelas 1 sampai kelas 6 SD saya selalu rangking satu. Tapi, di SMP sudah tidak rangking lagi. Bahkan, saya juga merasakan jadi kurang bergaul dengan teman-teman," katanya.
Mengantisipasi ketertinggalannya, Medina pun memanfaatkan waktu luang ketika tidak ada jadwal latihan. "Jika tidak ada latihan, saya belajar dan mulai tahun ini akan mengikuti bimbingan belajar karena sudah kelas sembilan," kata dara yang hobi menggambar ini.
Menurut Medina, catur memiliki peran penting dalam mengasah kemampuan otak. "Catur itu olahraga yang tidak memerlukan aktivitas fisik tapi menggunakan otak. Lewat catur, otak diajak berpikir. Nah, ini berhubungan dengan kegiatan akademis yang kita lakukan di sekolah," ujarnya
Menurut Siti Eka Nurhayati, ibu kandungnya, saat kecil, anak ketiganya itu lebih suka mewarnai dan sempoa. Otaknya memang cemerlang. Sejak taman kanak-kanak hingga kelas IV SD dia selalu menjadi juara satu di kelas.
Pecatur senior GM Utut Adianto menilai Medina seorang pecatur paling berbakat di Indonesia. Dia pun tak ragu Medina bakal menyusul Irine Kharisma meraih gelar GMW.
Menurut Utut, Indonesia banyak memiliki talenta catur. Soalnya tinggal bagaimana menemukan dan memolesnya. Salah satu kendala catur di Indonesia, selain soal biaya, adalah pilihan hidup antara catur dan sekolah. Banyak bakat pecatur muda akhirnya tenggelam karena orang tua lebih mendorong anak mereka untuk fokus di jalur sekolah.
Medina pernah mengalahkan 6 orang pecatur sekaligus. Selain jago, lawan-lawannya itu sudah tidak berusai muda lagi dan banyak pengalaman bermain catur. Gadis kecil ini juga sanggup melakukan pertandingan blind chess.
Medina tidak melawan penantangnya face-to-face. Ia berbalik badan dan tidak melihat sama sekali papan catur apalagi menyentuh bidak-bidak caturnya. Disana ada seorang wasit yang menyebutkan posisi bidak-bidaknya dan menyebutkan jalannya bidak lawan. Kemudian wasit tersebut pula yang menerjemahkan serangannya kepada lawan dengan mengikuti instruksi Medina. [dam/fu]