top
a

vi TOP VIDEO
jakvideo

vi FONDAISME
karikatur


news BERITA POLITIKUS TERKINI
editorial
editorial
Jakarta

" Klakson Andi Suruji "
Jakarta Jakarta adalah magnet yang menyedot manusia untuk datang berkerumun dan menempel, berjubel, beragam kepentingan, Baik, buruk, tulus atau pun kepura-puraan.


SBY-Boediono Bakal Jadi Target Tuduhan

Oleh: Bambang Soesatyo
SBY-Boediono Bakal Jadi Target Tuduhan Jika SBY-Boediono tak maksimal cegah kerugian negara, otomatis jadi target tuduhan dan kecurigaan masyarakat.


KPK Tetap Lindungi Orang Besar?

Oleh: Derek Manangka
KPK Tetap Lindungi Orang Besar? Jika KPK sungguh-sungguh mau lakukan investigasi terhadap orang-orang 'besar', sebetulnya tidak sulit.



speedy
crime

Jatah 5% untuk Banggar DPR dari Suap Kemenakertrans


ci

TERKAIT

Jakartapress.com - Sekretaris Ditjen Pengembangan dan Pembangunan Kawasan Transmigrasi (P2KT) Kemenakertrans nonaktif, I Nyoman Suisnaya, mengungkapkan sebanyak 5% dari 10% commitment fee proyek PPID merupakan jatah Badan Anggaran (Banggar) DPR.

Proyek percepatan pembangunan infrastruktur daerah (PPID) transmigrasi di Kemenakertrans bermasalah karena terjadi suap menyuap dalam penentuan perusahaan pemenang tendernya. Saat ini, kasus ini tengah disidangkan. "Dari commitment fee itu 5%-nya pasti ke Banggar untuk mengegolkan anggaran," ujar Nyoman ketika bersaksi bagi terdakwa Dharnawati di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu (4/1/2012).

Agar dana PPID transmigrasi disetujui dan cair, PT Alam Jaya Papua (AJP) harus menyediakan commitment fee sebesar 10%. Dari anggaran yang disetujui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebesar Rp500 miliar, PT Alam Jaya Pupua mendapat proyek senilai Rp73,1 miliar untuk pembangunan Kota Mandiri Terpadu (KTM) di empat kabupaten di Papua Barat yaitu Kherom, Manokwari, Timika dan Teluk Wondama. Sehingga PT Alam Jaya Papua harus menyediakan sekitar Rp7,3 miliar sebagai commitment fee.

Nyoman melanjutkan, soal commitment fee itu disampaikan oleh Sindu Malik Pribadi, mantan pejabat Kemenkeu dalam sebuah pertemuan dengan Dharnawati. Pertemuan itu juga dihadiri oleh Dani Nawawi, Dirut PT AJP, Syamsul Alam, Sindu Malik Pribadi, Ali Mudhori dan I Nyoman Suisnaya.

Sedangkan sisanya yaitu sebesar 5%, lanjut I Nyoman, diperuntukkan bagi kelompok Sindu Malik Pribadi. Kelompok itu menurut Nyoman terdiri dari Ali Mudhori, Iskandar Pasojo alias Acoz dan Fauzi. Sisa fee diberikan, jika, anggaran disetujui oleh Kemenkeu. "Begitu peraturan Menkeu dikeluarkan, bayar 5 persen sisanya fee komitmen, Itu untuk Sindu cs, saya tidak tahu arahnya ke mana lagi uang itu," ujar I Nyoman.

Dani Nawawi yang saat itu mengaku sebagai staf Presiden bidang penilaian jabatan eselon 1 dan yang mengenalkan Dharnawati kepada I Nyoman, menyatakan keberatan atas besaran commitment fee yang diminta tersebut. "Pak Dani keberatan itu katanya terlalu besar," ujarnya. (inc/ari)



Kontak KamiTentang KamiDisclaimerLowongan
Copyright © 2011 design by fonda > www.jakartapress.com