top
channel

Kemeriahan Tahun Baru Ala Ciliwung


Kemeriahan Tahun Baru Ala Ciliwung

TERKAIT

 

Jakartapress.com - Jakarta kota sejuta masalah. Itu jika kita selalu melihatnya dari sisi negatif.  Dari sisi positif, sesungguhnya Jakarta penuh dengan potensi yang dapat menjadikan kota ini menjadi ‘lengkap’. 

Karenanya, sejumlah ibu-ibu yang concern terhadap lingkungan dan tergabung dalam beberapa organisasi dengan berbagai latar belakang diantaranya LPMJ (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Jakarta), Komunitas Pecinta Ciliwung, Pepulih, Gemash (Gerakan Masyarakat Perduli Sampah), KLH, DNPI bekerjasama untuk memandang Jakarta menjadi lebih positif.

Gerakan yang kemudian dinamakan “Jakarta Glue” ini berupaya menghasilkan sebuah langkah nyata untuk menjadikan Jakarta sebagai kota yang lebih baik..

Dengan sudut pandang positif dan potensi yang dimiliki, mereka memulainya dari Sungai Ciliwung. Dan sebuah kegiatan bertajuk “Satu Hari Yang Indah di Sepanjang Ciliwung” digelar di penghujung akhir tahun, Sabtu (31/12/2011).

Aktris senior dan aktivis perempuan Niniek L. Karim yang merupakan salah satu penggagas program ini mengungkapkan, “Satu Hari yang Indah di Sepanjang Ciliwung” diharapkan bisa menggugah rasa percaya masyarakat Indonesia, bahwa Sungai Ciliwung bisa bersih dan memberikan manfaat, dengan membersihkan dan “menikmati” Sungai Ciliwung bersama walau hanya satu hari. 

“Kegiatan membersihkan Sungai Ciliwung sudah sering dilakukan, namun masih bersifat lokal dan sporadis. Nah, program ini adalah sebuah wahana untuk mempersatukan berbagai unsur masyarakat yang peduli terhadap Sungai Ciliwung,” kata Niniek L. Karim.

Meski begitu, lanjut Niniek, program ini bukan berarti bisa membersihkan Sungai Ciliwung hanya dalam satu hari. Namun diharapkan bisa menjadi “Epicentrum” yang dapat menggugah masyarakat Jakarta secara massif. Baik mereka yang tinggal di bantaran Sungai Ciliwung, maupun yang tidak.

“Program ini akan menjadi sebuah langkah awal memulai “pilot project” pengembangan lokasi yang menjadi titik aktivitas para Komunitas Pecinta Ciliwung lebih bersinergis,” tandas Niniek.

 

Dua Kegiatan
Program “Satu Hari yang Indah di Sepanjang Ciliwung” dibagi dalam dua jenis kegiatan yaitu Ciliwung Satu Aksi dan Hiburan Ciliwung.

Ciliwung Satu Aksi merupakan kegiatan utama atau fokus dari program ini. Disebut Ciliwung satu aksi karena akan diadakan pembersihan sungai Ciliwung secara serempak di 11 titik lokasi. Pembersihan yang dimaksud adalah mengangkut sampah ada yang didalam sungai dan bantara sungai Ciliwung.

Bersamaan dengan kegiatan ini juga akan dilakukan penutupan lebih dari 100 Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah ilegal di sepanjang aliran Sungai Ciliwung. yang akan dilakukan secara bertahap.

Sedang Hiburan Ciliwung, merupakan kegiatan tambahan di setiap lokasi. Bentuk kegiatan diserahkan sepenuhnya kepada setiap lokasi sesuai dengan potensi yang mereka miliki, sehingga setiap lokasi akan memiliki kegiatan tambahan yang berbeda.

Melalui program ini, sejumlah kegiatan akan digelar di sepanjang Sungai Ciliwung bersamaan dengan pergantian tahun 2011-2012. Tujuannya untuk menghibur warga sekitar. 

Kegiatan dipusatkan di Jalan Antara, Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat. Sebuah panggung berukuran 10 x 8 meter berdiri kokoh menghadap Kali Ciliwung. Di sisi kirinya berjejer 18 tenda kecil yang memamerkan berbagai makanan khas daerah untuk diperdagangkan.

 

Saksi Bisu

Kenapa harus Sungai Ciliwung? Sejarah mencatat, Ciliwung adalah sungai purba yang menjadi saksi bisu perkembangan neozoikum di Jakarta. Hal ini dibuktikan banyaknya ditemukan kapak batu, gurdi, beliung, gerabah dan lainnya di sepanjang Sungai Ciliwung.

Bahkan pada abad ke 15, ketika Belanda datang ke Indonesia, Sungai Ciliwung langsung mendapat perhatian karena dianggap mempunyai fungsi vital dalam hal transportasi dan industri.

Belanda menjadikan Ciliwung sebagai jalur perdagangan berskala internasional. Tercatat bahwa pada saat itu Ciliwung mampu menampung 10 kapal dengan kapasitas 100 Ton.

Seorang tokoh Belanda bernama Jean-Baptiste Tavernier, menuturkan bahwa Sungai Ciliwung memiliki air yang paling bersih dan paling baik di dunia.

Bahkan konon, Ciliwung adalah salah satu waterfront city pilot project pertama di dunia dengan sebutan “The Queen of East”. 

Gerakan ini sendiri mendapatkan dukungan penuh dari Gubernur DKI Fauzi Bowo, yang ikut menghadiri acara. [arik/n]






KOMENTAR ANDA

Kontak KamiTentang KamiDisclaimerLowongan
Copyright © 2011 design by fonda > www.jakartapress.com