
Jakartapress.com – Besok malam (Jumat, 30/12) tiga musisi senior, Setiawan Djodi, Iwan Fals dan Sawung Jabo akan mengulang sukses yang pernah mereka gelar 20 tahun silam di Gelora Bung Karno. Mereka akan melantunkan lagu-lagu kritik sosial.
Menurut Djodi, konser bertajuk Kantata Barock itu akan menyuguhkan lagu-lagu lama namun fenomenal seperti “Bento”, “Bongkar”, “Badut”, ”Hio”, serta “Kesaksian”. Hanya saja pada lagu Bento akan banyak perubahan, judulnya saja diganti benjadi “Barong Bento”. “ Dulu, kita mengatakan orang Bento. Sekarang Bento itu aku, tetapi ini Bento yang baik,” ujar Djodi.
Djodi mengaku merasa bersyukur masih bisa menikmati hidup, padahal dirinya sudah divonis dokter tidak akan berumur panjang. “Saya syukuran karena dapat kembali survive. Dokter pernah bilang kesempatan sembuh saya kecil, 20 persen saja nggak ada. Tetapi, saya diberi kesempatan hidup. Ini mukjizat, saya harus mengisi hidup dengan perbuatan baik,” kata Djodi.
Sebagai bentuk syukur itu lewat konser ini Djodi ingin menyampaikan pandangan mereka tentang kehidupan di republik ini. Dia ingin menyampaikan kritik sosial tanpa harus memfitnah. “Kata Iwan Fals, kritis tetapi jangan ceriwis,” paparnya.
Lagu “Barong Bento” digarap dengan nuansa Bali dengan lirik yang menceritakan seorang Bento sebagai sosok baik-baik. “Jika dulu si Bento merupakan personifikasi ketamakan yang mempunyai bisnis menjagal apa saja, kini Bento berjuang melawan apa saja dan berontak,” pungkas Djodi. [ara/fu]