
Jakartapress.com - Tertangkapnya Nunun Nurbaetie yang turut menyeret mantan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Miranda S Goeltom, diyakini akan berdampak bakal terbongkarnya kasus Bank Century.
Pasalnya, Miranda ketika itu memiliki jabatan yang strategis dalam pengambilan keputusan terkait bailout Bank Century. "Dampaknya ya bisa ke Century. Kalau Miranda merasa tidak dilindungi, bisa jadi Miranda akan membeberkan informasi yang dia ketahui tentang bailout Century," tegas wakil Ketua Komisi III DPR RI dari Fraksi PKS, Nasir Jamil, Senin (12/12/2011).
Hingga kini, jelasnya, tugas tim pengawas (Timwas) Century sudah diputuskan diperpanjang hingga satu tahun. Perpanjangan ini tidak terlepas dari terpilihnya pimpinan KPK yang baru. Apalagi, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) juga masih melakukan audit forensik.
Menurut Nasir, Miranda bisa membuka informasi bailout yang merugikan negara hingga Rp 6,7 triliun ini. PKS sendiri, berharap ada celah agar misteri kucuran dana bailout tersebut bisa menemui titik terang. "Informasi dari Miranda tentang bailout Century sangat membantu untuk membuka misteri kucuran dana ke bank tersebut," tandasnya.
Dengan demikian, lanjut dia, sekarang ini momentum bagi KPK di bawah kepemimpinan Abraham Samad untuk merealisasikan janjinya membereskan kasus Century tidak lebih dari setahun kepemimpinannya di KPK. Dengan bertambahnya alat bukti, diyakini akan mempermudah penuntasan masalah tersebut.
Apalagi, harapan publik untuk terbongkarnya kasus Century yang merugikan negara Rp 6,7 triliun, semakin tinggi. "Penyidikan di KPK harus memanfaatkan momentum ini. Seperti kata pepatah sambil menyelam minum air," tegas Nasir.
Pada saat fit and proper test (28 November sampai 2 Desember 2011) pimpinan KPK periode 2011-2015, salah satu harapan Komisi III DPR adalah penuntasan kasus-kasus besar. Century adalah salah satu diantaranya selain cek pelawat. Harapan semakin besar di bawah kepemimpinan Abraham Samad. Apalagi, Abraham mengaku akan mundur jika tidak bisa berbuat banyak selama satu tahun periode kepemimpinannya di KPK.
Secara terpisah, politisi PKS Fahri Hamzah mengaku pesimistis bahwa Miranda Goeltom akan membongkar kasus Century. Fahri lebih percaya bahwa Miranda justru akan menutup kasus yang merugikan negara hingga Rp6,7 triliun tersebut. "Apakah ibu Miranda akan ke sana (kasus Century, red), saya ragu. Ibu Miranda pasti akan lebih mementingkan menutup kasus ini (Century, red)," paparnya.
Vokalis DPR ini mengaku, terlalu jauh untuk melihat kasus cek pelawat yang melibatkan tersangka Nunun Nurbaetie dan Miranda S Goeltom untuk terkait dengan Century. Sebab, Fahri menilai bahwa kasus Century jauh lebih berat dibandingkan kasus cek pelawat. "Karena kasus ini terpisah. Kasus Nunun ini lebih ringan, kasus Century itu berat," terangnya.
Namun, jika nanti Miranda terpojok dalam kasus cek pelawat, bisa saja Miranda akan 'bernyanyi' seperti Nazaruddin. Yaitu dengan membuka skandal bailout Century. "Semoga (Miranda bernyanyi membuka kasus Century, red)," kata Fahri.
Walau begitu, diyakininya bahwa lamanya penanganan kasus Century, mencuat harapan besar agar segera terbongkar. Apalagi, DPR resmi memperpanjang masa tugas tim pengawas (Timwas) Century hingga satu tahun ke depan. "Kita selalu mengharapkan adanya keterbukaan atas kasus Century supaya KPK juga tidak bersembunyi di balik ketiadaan cukup bukti," desaknya. (inc/ari)