top
channel
JAKNEWS | FEATURED | TERKINI
Jumat, 1 April 2011 - 12:18

Anggota F-PKS DPR Nonton Gambar Porno


Anggota F-PKS DPR Nonton Gambar Porno

TERKAIT

Jakarta - Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Arifinto merasa dijebak oleh pihak yang sengaja mengirim link email porno kepada dirinya. "Takutnya sebagai anggota Dewan, ada yang foto, bisa saja jebakan-jebakan. Itu sama saja membunuh saya padahal saya tidak menonton," akunya saat dihubungi wartawan, Jumat (8/4/2011).

Ia mengaku tidak sengaja menonton video porno di tablet PC miliknya. Anggota Komisi V tersebut cuma sebentar melihat gambar telanjang. "Saya langsung hapus ketika tahu itu gambar tidak benar," kilahnya.

Sebagaimana diberitakan, Arifinto tertangkap kamera sedang melihat gambar porno saat sidang paripurna penutupan masa sidang III tahun 2010-2011, Jumat (8/4). Kader PKS ini mengaku mendapatkan link email. Setelah diklik ternyata isinya gambar porno.

Arifinto sendiri mengungkapkan, kalau dirinya diminta menjelaskan ke DPP PKS, maka dia akan menjelaskan apa adanya. “Yang email itu sudah saya buang dan saya hapus. Karena email itu tidak perlu dan tidak penting,” katanya.

Politisi dari daerah pemilihan Kabupaten Bekasi ini mengatakan sangat malu atas kejadian tersebut. “Jadi malu dong, jangan-jangan ada konspirasi apa itu, itu namanya membunuh saya,” ucapnya.

Nampaknya, nasib apes menimpa Arifinto setelah, M Irfan, pewarta foto harian Media Indonesia yang cermat mengabadikan tingkah 'nakal' anggota DPR saat rapat paripurna di gedung DPR, Senayan.

Namun, Arifinto khawatir ada yang sengaja menjebak dia untuk mengesankan dirinya sedang asyik menikmati gambar porno dan bukannya mendengarkan pidato sidang paripurna. "Itu sama saja membunuh saya. Sepertinya saya bukan sedang menonton pidato, tapi menonton begituan," terangnya.

Arifinto mengaku tidak 'hobi' membuka gambar porno itu, namun hal itu bisa terjadi karena dirinya penasaran membuka email yang diterimanya. "Saya tidak sengaja. Pas saya buka Ipad, ada email masuk dan sekarang sudah saya hapus. Cuma beberapa detik. Tidak sampai bemenit-menit," terang politisi PKS ini.

Ia pun menduga ada unsur jebakan dalam kasus ini, karena begitu cepatnya foto yang memperlihatkan dirinya membuka gambar porno beredar luas. Arifinto mengaku siap menjelaskan insiden ini ke partainya, PKS. Sebab dia merasa tidak berniat sengaja melhat gambar porno. "Kalau saya diminta menjelaskan ke DPP PKS, akan saya jelaskan apa adanya," ucapnya.

Arifinto juga mengaku tak sengaja membuka gambar porno di gadget-nya saat berlangsung sidang paripurna siang tadi. Dia membuka gambar itu karena penasaran mendapat kiriman link di emalnya. "Ada link, saya penasaran. Ketika dibuka gambarnya begituan dan saya hapus," katanya.

Sialnya kejadian itu terjadi saat wartawan melihatnya dari balkon atas. "Pas saya lagi buka, eh pas wartawannya foto," sesal Arifinto.

Pihak PKS sendiri meminta, terpergoknya anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKS ini menonton video porno saat Rapat Paripurna DPR, tidak bisa dikaitkan dengan berbagai peristiwa yang menimpa PKS akhir-akhir ini, misalnya kasus Yusuf Supendi.

"Nggak, saya pikir ini nahas saja. Pak Arifinto mungkin nahas saja ketika membuka nutup email diklik-klik saat pidato Pak Marzuki terbuka gambar-gambar seperti itu, pas ditemukan wartawan," kata politisi PKS Nasir Djamil usai menemani Arifinto menggelar jumpa pers di DPR, Jumat (8/4).

Nasir menilai, Arifinto perlu minta maaf. Sebab, apa yang dilakukan itu bisa mengundang pertanyaan dari kader-kader PKS lainnya. Mengenai sanksi yang akan diberikan terhadap Arifinto, Nasir menyatakan, fraksi hanya mengingatkan, tidak mengeluarkan sanksi.

"Bukan sanksi, sanksi itu kan bisa pemberitahuan mengingatkan lagi, sama dengan Briptu Norman. Sanksinya malah suruh nyanyi. Jangan mengulangi lagi kalau sidang paripurna tetap konsen tidak melakukan apa-apa kecuali baca koran atau apa, jangan melakukan hal-hal yang menimbulkan dampak bagi diri anggota maupun dari partai," urainya.

Ketika ditanya apakah Fraksi bisa menerima, Ketua DPP PKS ini mengaku tidak mengetahui secara jelas pembicaraan antara Arifinto dengan pimpinan Fraksi. "Saya nggak tahu. Beliau sedang di Pondok Gede langsung ke sini, beliau cukup gentlement juga. Kalau kita kan mendengarkan pengakuan dia. Pengakuannya seperti itu," tukasnya.

Sementara itu kalangan publik mengecam foto anggota DPR sedang menonton video porno disaat berlangsungnya sidang paripurna apabila benar itu sengaja hobinya menonton video ataupun gambar porno. Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Keadilan mengecam sikap tidak terpuji wakil rakyat tersebut. “Saya mengecam sikap anggota dewan itu. Perbuatan itu sungguh tidak terpuji dan memalukan. Minta gedung yang mewah tapi saat paripurna menonton video porno ” ujar Ketua Badan Pelaksana LBH Keadilan Abdul Hamim Jauzie.

Hamim meminta agar Badan Kehormatan DPR RI memeriksa Arifinto apabila ada kesengajaan wakil rakyat melihat-lihat gambar porno dan terlebih lagi saat sidang paripurna DPR. “Badan kehormatan harus memeriksa yang bersangkutan dan memberikan sanksi tegas”. Hamim menambahkan Pimpinan PKS lebih baik me-recall Arifinto. “Akan lebih baik jika PKS me-recall  Arifinto, jika tidak ingin citra PKS semakin memburuk” usulnya.

Minta Maaf
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Arifinto meminta maaf karena dirinya melihat gambar porno. "Saya titip ke masyarakat, saya minta maaf atas kejadian tersebut," ujarnya saat dihubungi wartawan, Jakarta, Jumat (8/4/2011).

Anggota Komisi V tersebut mengakui sering dikirimi link berisi gambar porno dari alamat email yang tidak dikenalnya. "Banyak yang iseng, yang kirim (link) banyak, lewat BB (BlackBerry) juga," ujarnya.

Sebagaimana diberitakan, Arifinto tertangkap kamera sedang melihat gambar porno saat sidang paripurna penutupan masa sidang III tahun 2010-2011, Jumat (8/4/2011). Arifinto mengaku mendapatkan link email. Setelah diklik ternyata isinya gambar porno. Ia mengaku menghapus gambar tersebut setelah melihatnya.

Akibat kejadian tersebut beredar di jaringan internet, berbagai tanggapan pun berdatangan di dinding facebook milik Arifinto. Tanggapan yang ada beragam. Ada yang mencemooh, begitu juga yang mengajak bercanda. Salah satunya dari Muhammad Bayu Isa yang tidak menyangka seorang anggota DPR melihat gambar porno saat sidang paripurna.

"ck ck ck....ngga nyangka....gambar kayak begituan kok dilihat di tempat terbuka...mbok ya di kamar....malu atuh Gan....," tulisnya.

Komentar Muhammad Bayu Isa ditanggapi oleh Arifinto, "Kalau tau gambar begitu pasti saya tdk buka."

Satu lagi dari Canari Meysilla yang meminta link email. "haiiiiii om...... mau donk videonyaaaaa.... kirim ke saya om... butuh emailnya??? hiihiii...," tulisnya. Menanggapi hal itu, Arifin menjawab "Sdh saya hapus."

Sementara itu Wakil Ketua DPR Pramono Anung membuat statement unik terkait anggota FPKS yang kepergok sedang menonton video porno saat rapat Paripurna. Lewat akun twitternya Pramonomengatakan jangan sampai sidangnya jadi pariporno.

"Malu banget. Ada sidang Paripurna koq nonton film Porno.. Jangan sampai sidangnya jadi Pariporno," tulis Pramono dalam akun Twitternya @pramonoanung, Jumat, (8/4).

Kicauan Pramono dalam Twitter tersebut mendapat respon dari beberapa akun Twitter lain. Mereka sebagian besar me-retweet tulisan Pramono tersebut, bahkan ada yang tertawa membaca tulisan mantan Sekjen PDIP ini.

Anggota Front Pembela Islam (FPI) Munarman menilai, Arifinto adalah korban Tifatul Sembiring. Munarman memandang Arifinto mungkin tidak sengaja saat membuka link video porno tersebut. Tapi, Arifinto jelas menjadi korban dari ketidaktegasan Menkominfo Tifatul Sembiring dalam menertibkan segala aktivitas pornografi.

“Ini yang harus jadi pelajaran bagi Kominfo. Ternyata masih ada URL porno yang belum ditertibkan dan akhirnya anggota PKS sendiri yang jadi korbannya,” tandas mantan Ketua YLBHI ini.

Ia pun menyarankan Arifinto sebaiknya mundur dari jabatannya. Pengunduran diri merupakan langkah yang dapat menjadi sebuah tanggung jawab moral. “Di Amerika Serikat, kasus seperti ini (anggota dewan yang membuka video porno) pernah terjadi dan akhirnya sang anggota mundur. Ini bisa dilakukan oleh anggota DPR," tutur Munarman. (*)






KOMENTAR ANDA

Kontak KamiTentang KamiDisclaimerLowongan
Copyright © 2011 design by fonda > www.jakartapress.com

DMCA.com