top
a

vi TOP VIDEO
jakvideo

vi FONDAISME
karikatur


news BERITA POLITIKUS TERKINI
editorial
editorial
Jakarta

" Klakson Andi Suruji "
Jakarta Jakarta adalah magnet yang menyedot manusia untuk datang berkerumun dan menempel, berjubel, beragam kepentingan, Baik, buruk, tulus atau pun kepura-puraan.


SBY-Boediono Bakal Jadi Target Tuduhan

Oleh: Bambang Soesatyo
SBY-Boediono Bakal Jadi Target Tuduhan Jika SBY-Boediono tak maksimal cegah kerugian negara, otomatis jadi target tuduhan dan kecurigaan masyarakat.


KPK Tetap Lindungi Orang Besar?

Oleh: Derek Manangka
KPK Tetap Lindungi Orang Besar? Jika KPK sungguh-sungguh mau lakukan investigasi terhadap orang-orang 'besar', sebetulnya tidak sulit.



speedy
crime

Ruhut: DPR Harus Tunjuk Hidung Sendiri


ci

TERKAIT

SIKAP Wakil Ketua Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Azis Syamsuddin mengusir Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana saat raker di DPR, diduga terkait dendam terhadap pembatalan remisi terpindana Paskah Suzetta yang juga politisi Golkar.

Tapi bagaimana pun sikap kader Golkar yang menjadi pimpinan Komisi Hukum DPR itu menuai kritikan. Sikap Azis yang mengusir Wakil Menteri itu dinilai arogan. Bahkan kritikan tersebut datang dari rekannya di Komisi III DPR, Ruhut Sitompul.

Ruhut  yang merupakan anggota Komisi III dari Fraksi Partai Demokrat itu, menyesalkan sikap Aziz Syamsuddin saat rapat kerja Komisi III dengan Kementerian Hukum dan HAM tersebut. Seharusnya Komisi III sebagai tuan rumah bisa lebih menghormati Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsuddin dan Wakil Menteri Denny Indrayana.

“Apapun yang terjadi mereka tamu kita, kita harus hargai tamu kita. Sikap pak Aziz aku sangat menyesal, kita sama-sama anggota DPR, lihat sebagian dari kita rakyat saja muak apalagi lama-lama lihat DPR yang over acting rakyat akan makin muak. Sebelum tunjuk hidung orang lain sebaiknya kita belajar menunjuk hidung kita sendiri. Jadi janganlah sok suci, memangnya sesuci apa sih dia,” ujar Ruhut di Kantor DPP Partai Demokrat, Jalan Kramat, Jakarta Pusat, Kamis (8/12/2011).

Ruhut mengaku sudah sempat mengingatkan Aziz agar tidak bersikap berlebihan. Sebab dalam Raker tersebut jutaan mata rakyat melihat Raker itu karena diliput oleh banyak media. “Saya sudah bilang kepada Aziz tolonglah kita hormati ada etika di dalam DPR apalagi pers meliput kita semua. Saya hanya meminta kalau ngotot tapi jangan ada dusta di antara kita,” bebernya. (inc/ari)



Kontak KamiTentang KamiDisclaimerLowongan
Copyright © 2011 design by fonda > www.jakartapress.com