
Jakartapress.com - Hubungan Titi Sjuman dengan putrinya memang bisa dibilang sangat dekat. Meski berstatus sebagai seorang ibu, Titi menjadikan putrinya seperti sahabat bahkan tempat curhat. Bagaimana kisah ibu dan anak ini?
Sejak menikah dengan Aksan Sjuman dan akhirnya dikaruniai seorang putri Miyake Shakuntala yang lahir pada 4 November 2005, perempuan pemilik nama lahir Titi Handayani Rajobintang ini kian cemerlang di dunia karirnya sebagai musisi dan juga aktris. Resepnya sederhana, totalitas dan dapat dukungan penuh dari suami.
Perempuan kelahiran Jakarta 10 Februari 1981 ini semula lebih dikenal sebagai musisi sekaligus pengajar musik, terutama musik drum. Namun belakangan ini Titi pun diakui kualitasnya sebagai aktris film.
Meskipun sibuk di dunia musik dan film, Titi tak pernah melupakan perannya sebagai ibu dan istri di rumah. “Alhamdulillah, saya beruntung punya suami yang baik. Sejak kami menikah, Mas Aksan memberikan keleluasaan kepada saya dalam bekerja, termasuk di dunia film,” ujar Titi.
Setelah kelahiran Miyake, Titi merasa hidupnya semakin lengkap. “Lengkaplah kebahagiaan saya. Saya dan Mas Aksan semakin bergairah saja dalam berkarya dengan kehadiran anak kami. Mas Aksan ternyata tidak berubah pikiran ketika saya sudah punya anak, tapi di sisi lain saya masih enjoy dengan pekerjaan saya,” kata Titi sesaat setelah rilis film terbarunya belakangan ini.
Titi mengaku, selama bekerja sebenarnya dia ingin selalu dekat dengan anaknya. Apalagi kalau pekerjaannya di luar kota, pasti dirinya tak kuasa menahan rindu. Untung saja, kerinduan tersebut seringkali bisa terobati. Titi dan Aksan biasanya sudah menyiapkan waktu liburan bersama jika mereka menyelesaikan pekerjaan.
“Pokoknya, kami bertiga pengen senang-senang aja, nggak mau diganggu, hehehehe. Mau libur sehari, dua hari atau seminggu, nggak masalah. Yang penting kami bisa menikmati kegiatan santai bersama-sama,” kata Titi.
Saling Curhat
Kalaupun dalam keadaan tertentu Titi tidak bisa meninggalkan pekerjaannya, dia pun biasanya meminta Aksan untuk datang dan mengajak putrinya. “Saya sudah terbiasa ada Miyake dalam pekerjaan saya. Boleh dibilang, saya terbiasa kerja sambil ngasuh anak, itu pun kalau pekerjaan saya tidak membutuhkan konsentrasi tinggi,” ungkapnya.
Bagi Titi, mengurus musik, film, dan keluarga kini sudah menjadi kesibukan kerja yang biasa. Maklum, dia dan aksan sudah bisa membagi waktu antara kegiatan itu. Dalam soal mengasuh anak pun, Titi sudah terbiasa menyerahkannya kepada Aksan selagi dia sibuk.
"Saya menempatkan diri sebagai ibu yang bisa diajak sharing mengenai apa saja. Saya nggak mau Miyake merasa sungkan untuk bercerita pada saya," cerita Titi.
Menurutnya, komunikasi antara orang tua dan anak sangatlah penting. "Agar orang tua mengetahui perkembangan anaknya dengan baik. Saya membangun komunikasi yang terbuka dengan tidak ragu bercerita mengenai pekerjaan dan perasaan saya pada Miyake,"sambungnya.
Bahkan, Titi tak segan-segan mencurahkan hatinya ke Miyake. Dikala sedih, Titi mengaku curhat ke anaknya. Tujuannya, agar sang buah hati juga bisa bersikap terbuka pada ibunya.
Untuk membuat Miyake lebih mandiri dan tak mudah bergantung pada orang lain, Titi kerap kali memberikan contoh.
"Misalnya, saya tidak sungkan membersihkan kamar mandi. Dia jadi belajar melakukan banyak hal sendiri, misalnya membereskan mainan dan memakai sepatu sendiri. Anehnya, ia bisa bersikap sangat dewasa,” ungkap Titi.
Titi menambahkan, jika dirinya sedang sibuk bekerja, ia tidak akan rewel minta ditemani bermain. “Dia bisa, tuh, asyik bermain sendiri. Karena kemandiriannya juga, ia tumbuh menjadi anak yang penolong. Misalnya, ketika saya sedang melakukan pekerjaan rumah, ia pasti akan menawarkan bantuan, “Ibu, apa yang bisa Miyake bantu?” ceritanya.
Adapun untuk urusan cita-cita, Titi tak akan pernah memaksakan. Meski terlahir dari keluarga musisi, Titi akan membiarkan Miyake memilih minatnya sendiri.
"Dulu, orang tua saya tidak mengizinkan saya menjadi musikus. Sedangkan menurut saya, setiap anak berhak memiliki kebebasan memilih cita-cita. Karena kami musikus, kami merasa wajib memperkenalkan pengetahuan dasar musik pada Miyake. Tapi, saya juga memperhatikan minatnya. Kalau ia tidak tertarik, tidak dipaksa. Sejauh ini dia senang musik dan sudah pandai bernyanyi," pungkasnya. [ida/fri]