top
channel
CITYNEWS | KOCAKCRIME | THEPOLICE
Kamis, 10 November 2011 - 21:17

Istri Pengusaha Garmen Suka ‘Jajan’ Gigolo


Istri Pengusaha Garmen Suka ‘Jajan’ Gigolo

TERKAIT

 

Jakartapress.com – Suami ‘jajan’ mungkin dianggap biasa, tetapi jika istri yang ‘jajan’ pasti menimbulkan tanda tanya besar. Seperti yang dilakukan RE (39), istri seorang pengusaha garmen yang kepergok selingkuh dengan gigolo.

Terungkapnya kasus perselingkuhan berbau ‘jajan birahi’ itu berawal dari laporan BO (48), suami RE ke Polres Jakarta Selatan. Menurut BO, istrinya telah berselingkuh sejak tiga bulan terakhir. Namun karena belum bisa mendapatkan bukti yang kuat maka BO pun masih menahan diri.

"Sekitar tiga bulan, karena selama tiga bulan itu istri saya menghabiskan uang di ATM sebesar 50 juta rupiah, tiap bulannya saya menduga dihabiskan untuk gigolo itu," ucapnya di Polres Jakarta Selatan.

Selain selalu menghabiskan uang bulanan sebesar 50 juta rupiah setiap bulannya, RE juga menjadi sering pulang larut malam. RE mulai jarang pulang ke rumah tanpa kabar. Perubahan sikap RE semakin membuat BO yakin jika istrinya punya pria idaman lain.

Setelah melakukan penyelidikan, BO kemudian mendapatkan informasi jika istrinya berselingkuh dengan seorang gigolo yang diketahui bernama HN.

Bahkan dari informasi suster dan sopirnya, BO mengetahui jika RE menyewa sebuah kamar kos di kawasan Pedurenan, Pancoran, Jakarta Selatan. Selain itu suster dan sopirnya juga mengatakan jika mereka pernah memergoki RE yang tengah asyik bercumbu dengan HN.

"Setelah mendapat informasi, saya bersama polisi menggerebeknya. Ternyata istri saya sedang telanjang bulat, sedang yang laki sempat pakai celana pendek," ucapnya.

RE dan selingkuhannya pun kemudian langsung dibawa ke Mapolres Jakarta Selatan. BO mengatakan selain akan menceraikan istrinya, dia juga mau kasus ini diproses secara hukum pidana.

Di Kamar Anak

Selain akan mengugat cerai, BO juga akan mempidanakan RE, istrinya yang tertangkap basah berselingkuh dengan gigolo. BO, kesal karena istrinya tersebut juga diketahui pernah bermesraan dengan selingkuhannya, di kamar anaknya sendiri.

BO mengatakan bahwa HN, gigolo peliharaan istrinya itu sering sekali mengunjungi istrinya di Apartemen Mediterania Raya, Kelapa Gading, Jakarta Utara, saat dia sedang keluar. Bahkan menurut BO, pembantunya pernah memergoki istrinya bercumbu mesra dengan selingkuhannya tersebut dikamar anaknya.

"Saat itu, pembantu saya mau ke kamar anak, pas buka pintu, ia sedang bercumbu. Jelas ini perbuatan terkutuk karena mereka melakukan di depan anak-anak," ungkapnya.

Pengusaha garmen ini mengatakan mungkin karena takut tepergok saat bermesraan, akhirnya RE memutuskan menyewa kamar kos di Jalan Pedurenan Raya No. 6 Pancoran, Jakarta Selatan. Hingga akhirnya BO menggerebek istrinya yang sedang berbuat mesum bersama si gigolo.

Sementara Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, AKBP Budi Irawan, atas perbuatannya pelaku dapat diancam dengan pasal 284 KUHP tentang perselingkuhan disertai perbuatan perzinahan.

Dugaan HN berprofesi sebagai gigolo masih didalami Polres Jakarta Selatan. Kedua tersangka tidak ditahan. Saat ini petugas masih mendalami laporan perzinahan. Polisi belum mengembangkan pemeriksaan apakah benar HN merupakan gigolo atau bukan.

"Dia juga dilepas, saat ini kita belum mendalami dugaan HN sebagai gigolo. Kita masih fokus pada laporan pasa 284 KUHP tentang perzinahan yang dilakukannya dengan RE. Nanti setelah dapat laporan, akan kita telusuri lagi, akan ada pemeriksaan lagi," jelas Kanit PPA Polres Jakarta Selatan, AKP Fitria Mega, Kamis (10/11/2011).

Sebelumnya RE dan HN, dilepas setelah petugas melakukan pemeriksaan terhadap keduanya. Berdasarkan penyidikan polisi, kedua pasangan selingkuh itu, terindikasi melakukan tindak perselingkuhan.

"Kita punya waktu 1x24 jam untuk melakukan pemeriksaan, karena begitu aturannya dan kemudian kita tidak lakukan penahanan. Sekali lagi meski berlanjut hingga ke pengadilan, keduanya tidak harus ditahan," jelasnya. [inl/fu]






KOMENTAR ANDA

Kontak KamiTentang KamiDisclaimerLowongan
Copyright © 2011 design by fonda > www.jakartapress.com

DMCA.com