top
channel

Wulan Guritno Jadikan Anak Seperti Sahabat


Wulan Guritno Jadikan Anak Seperti Sahabat

TERKAIT

 

Jakartapress.com - Sejak putrinya lahir, Wulan Guritno sadar bahwa menjadi seorang ibu sekaligus berprofesi di dunia hiburan dengan jam kerja yang tak tentu membuatnya harus lebih berhati-hati dalam mendidik anak, Shaloom.

Di satu sisi, ia tak mau menjadi ibu yang melarang ini-itu. Namun, di sisi lain, ia pun tak ingin kebebasan yang diberikan pada anak, kebablasan. “Saya ingin hubungan yang demokratis dan seperti sahabat. Tapi, tetap ada batas dan rasa takut,” tuturnya.

Shaloom yang kini telah beranjak remaja, ditambah lagi melihat perkembangan informasi dan teknologi yang makin luas dan bebas, mau tak mau membuat Wulan agak waswas. “Ketakutan ini sering saya ceritakan kepada suami. Kalau sudah begitu, ingin nangis rasanya,” ungkapnya, sedikit panik.

Untuk mengatasi ketakutannya, Wulan berusaha agar Shaloom selalu menceritakan segala sesuatu kepadanya. Ia pun berusaha mengontrol emosinya, agar Shaloom tak keburu segan untuk bercerita.

“Dulu saya lebih galak. Sekarang, sih, berusaha cool, meski hati kadang-kadang teriris saat mengetahui sesuatu,” ucap Wulan, yang anti ‘main tangan’, semarah apa pun ia pada Shaloom.

Menurutnya, senakal-nakalnya seorang anak, mereka tetap bisa diberi tahu dengan cara baik-baik dan diajak diskusi. “Saya paling nggak suka kalau Shaloom bohong pada saya, sekecil apa pun,” tuturnya lagi.

Kalau sudah begitu, ia pasti akan marah besar. Namun, Shaloom dengan cepat bisa kembali merebut simpatinya, dengan nada suara yang lembut dan sedikit merayu. Lucunya, Shaloom justru jauh lebih terbuka pada ayah tirinya, Adilla, yang ia panggil Papa Dil.

“Kalau dengan saya, harus dipancing-pancing sambil bercanda!” seru Wulan, sambil tertawa. “Habis Mama suka iseng!” celetuk Shaloom, yang langsung disambut tawa renyah Wulan.

Tak lama, Wulan cerita, dirinya ternyata pernah mengisengi Shaloom dengan membajak account  twitter miliknya. Gara-garanya, Shaloom pernah dekat dengan seorang pria. Wulan yang melihat fotonya, spontan meledek, rambut sang teman, menurutnya, mirip jamur.

“Saat lihat handphone Shaloom tergeletak, saya langsung tweet saja, seakan-akan Shaloom yang bilang itu,” kisah Wulan, sambil kembali tertawa.

Terbuka Soal Seks

Meski terkadang galak dan iseng, Shaloom mengakui bahwa dirinya senang memiliki ibu seperti Wulan. Selain jarang marah untuk hal-hal sepele, Wulan pun termasuk tipe ibu yang santai.

“Banyak temanku iri, ingin punya mama seperti mamaku,” ungkap Shaloom, sambil tersenyum. “Kata mereka, kalau sedang main ke rumah, ‘Seru, ya, punya ibu seperti mama kamu,’” lanjutnya.

Meski dulu Wulan banyak sekali dibantu oleh ibu dan eyang-nya dalam membesarkan Shaloom, kini ia sudah punya cara sendiri untuk mendidik putrinya tersebut.

“Semua dilalui lewat proses belajar dan menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Saya pun bisa sampai di titik ini sekarang karena sudah menjalani berbagai hal,” ucapnya.  

Bagi Wulan, sesuatu yang dulu dianggap tabu, seperti  seks sebelum menikah, tak bisa lagi disembunyikan rapat-rapat. Anak harus dibekali informasi yang sejelas-jelasnya, agar tak salah melangkah.

“Memang dilematis. Tapi, anak zaman sekarang bisa mencari tahu di mana saja. Daripada mereka mendapat informasi yang keliru, lebih baik kita yang beri tahu,” tuturnya.

Cara penyampaiannya pun, menurut Wulan, tak bisa lagi lewat nasihat. Itu sebabnya, Wulan memutuskan untuk mengajarkan Shaloom lewat tindakan langsung. [ida/fri]






KOMENTAR ANDA

Kontak KamiTentang KamiDisclaimerLowongan
Copyright © 2011 design by fonda > www.jakartapress.com