top


vi TOP VIDEO
jakvideo

vi FONDAISME
karikatur


news BERITA POLITIKUS TERKINI
editorial
editorial
Jakarta

" Klakson Andi Suruji "
Jakarta Jakarta adalah magnet yang menyedot manusia untuk datang berkerumun dan menempel, berjubel, beragam kepentingan, Baik, buruk, tulus atau pun kepura-puraan.


SBY-Boediono Bakal Jadi Target Tuduhan

Oleh: Bambang Soesatyo
SBY-Boediono Bakal Jadi Target Tuduhan Jika SBY-Boediono tak maksimal cegah kerugian negara, otomatis jadi target tuduhan dan kecurigaan masyarakat.


KPK Tetap Lindungi Orang Besar?

Oleh: Derek Manangka
KPK Tetap Lindungi Orang Besar? Jika KPK sungguh-sungguh mau lakukan investigasi terhadap orang-orang 'besar', sebetulnya tidak sulit.



crime

KPK Bohong Nunun Dilindungi Asing


ci

TERKAIT

Jakartapress.com - Pengakuan KPK bahwa ada kekuatan besar yang melindungi Nunun Nurbaeti, istri mantan Wakapolri Adang Daradjatun, yang juga tersangka suap cek pelawat sehingga belum bisa ditangkap, justru dinilai sebagai kekonyolan dan patut dipertanyakan.

Demikian penilaian Deklarator Komite Pengawas KPK, Ray Rangkuti, Kamis (3/11/2011). "Ini membuktikan KPK lemah dan menunjukkan tidak punya minat untuk menangkapnya. Di republik ini tidak ada yang besar kecuali penegak hukum. Kalau sekarang tidak mampu menangkap karena ada yang melindungi berarti KPK sudah melecehkan kewibawaannya sendiri," kata Ray seperti dilansir RM Online.

Kepada siapa KPK menjual kewibawaannya? Menurut Ray, KPK tentu menjualnya kepada pihak yang wibawa dan pengaruhnya lebih besar. Di negara ini, ekskutif-lah yang memiliki kewibawaan dan pengaruh yang paling besar. Dan karenanya, patut diragukan kalau yang melindungi Nunun adalah pihak asing seperti yang diakui KPK.

"Secara kewenangan, kekuatan yang paling besar di republik ini eksekutif. Jangan mau dibodoh-bodohi Nunun dilindungi oleh asing. Memangnya apa kepentingan asing," kata Ray mempertanyakan.

Asumsi sederhananya, sambung Ray, negara-negara luar akan mendapat pujian rakyat Indonesia dan juga jadi credit point tersendiri dari dunia internasional kalau mereka berhasil menangkap buronan satu negara. Terbukti misalnya dengan yang dilakukan negara Kolombia yang berhasil menangkap Nazaruddin beberapa bulan lalu. Kalau demikian, maka asumsinya negara-negara lain tidak mungkin melindungi Nunun.

Asumsi yang sama juga terjadi pada kasus Neneng Sri Wahyuni, istri Nazaruddin yang kini berstatus tersangka. Kesulitan dalam upaya pemulangan Neneng oleh KPK juga lantaran KPK menjual kewibawaannya kepada eksekutif.

"Situasi dan asumsinya sama. Kalau Neneng ditangkap maka akan ada pembongkaran kasus yang besar. Oleh karenanya, kekuatan besar ini (eksekutif) juga melindunginya," ungkap Ray.

Kondisi dan asumsi yang sama antara Nunun dan Neneng, dalam hemat Ray, terjadi karena kedua-duanya menjadi pintu untuk terbongkarnya kasus-kasus besar yang bersentuhan langsung dengan eksekutif.

"Neneng dan Nazar sudah jelas-lah. Kasus Nunun terkait pemilihan Deputi Gubernur Senior BI juga di jaman SBY," kata Ray mengingatkan.

"Tidak masuk akal kalau asing melindungi Neneng dan Nunun. Seberapa besar dan seberapa lama sih Neneng dan Nunun sanggup membayar mafia asing.  Yang bisa mengalahkan kewenangan KPK itu cuma kewenangan eksekutif. KPK benar-benar melecehkan diri dan bangsa ini," tandas Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia itu. (*/RMOL/ari)



Kontak KamiTentang KamiDisclaimerLowongan
Copyright © 2011 design by fonda > www.jakartapress.com

DMCA.com