
Jakartapress.com - Pondok pesantren yang sedianya sebagai tempat menimba ilmu pengetahuan, khususnya agama, justru membawa malapetaka bagi MS, 15, dan NN, 14.
Kedua siswa setingkat SMP tersebut melaporkan telah disodomi pengurus pesantren tempat mereka belajar di Jalan Kalibaru RT 03/ 06, Kelurahan Parigi Baru, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Banten.
Guru pesantren yang telah mencoreng dunia pendidikan tersebut diketahui berinisial MI. "Waktu itu Kamis (27/10) pukul 10.00 WIB, saya dipanggil Pak MI. Habis itu saya disuruh memijit badannya. Lalu saya juga disuruh buka baju sama dia. Setelah baju dan celana saya dibuka, dia menyodomi saya." Itu diceritakan MS ketika melapor ke Polsek Pondok Aren, Senin (31/10).
Pelaku memanggil dirinya untuk datang ke dalam ruangannya. Dengan alasan kurang enak badan, MI meminta tolong MS untuk memijat badannya. Setelah menerima perlakuan dari gurunya, dubur MS mengalami sakit yang sangat luar biasa. Terlebih rasa itu begitu menusuk ketika ia buang air besar.
Kelakuan bejat guru pesantren yang tidak patut ditiru tersebut akhirnya terungkap ketika MS menceritakan kejadian yang ia alami kepada WH, 16, salah satu teman sekelasnya.
Setelah mendengar cerita korban, WH pun langsung melaporkan peristiwa tersebut kepada orangtua korban. Dengan modus yang sama, MI juga melakukan aksi bejatnya kepada NN, 14.
Kapolsek Pondok Aren, Komisaris Victor Alexander Lateka ketika dikonfirmasi mengenai kasus asusila terhadap dua santri tersebut mengatakan kalau kasusnya masih dalam penyelidikan. (MIOL/A)