
Jakartapress.com – Artis cantik Paramitha Rusady, punya cara sendiri mendidik anak. Di tengah kesibukannya mengurus bisnis restoran dan shooting, ia tetap punya waktu berkualitas bersama anaknya, Adrian Tegar Maharaja Bago dan suaminya Nenad Bago. Apa kiat wanita 45 tahun itu?
Cukup lama, Mitha (demikian panggilan akrab Paramitha), tak terlihat tampil di layar kaca. Itu, karena ia ingin total membesarkan buah hatinya yang kini berusia 4 tahun. Tapi, ternyata, dunia enternainment memang dunia yang sangat dirindukan ibu satu anak ini.
“Hati saya terasa lengkap, setelah kembali terjun ke film dan sinetron, ini dunia saya,” ungkapnya di sela shooting film drama religi Ummi Aminah di Jakarta belum lama ini.
Dunia hiburan dan sinetron diakui adik Ully Sigar Rusady itu sebagai bagian dari hidupnya, yang memberikan nafkan dan menghidupinya. Sempat meninggalkan dunianya itu, karena untuk anak, tapi sekarang ia harus harus berkecimpung lagi. Dunia akting adalah dunia lama yang ternyata masih memberikan kesempatan untuk kembali beraktifitas.
Terjun ke dunia akting tidak memerlukan modal banyak, cukup maintain dan kualitas diri. Juga kecerdasan bagaimana supaya tetap bisa diperhitungkan di tengah persaingan begitu ketat di dunia akting.
Selain akting, Mitha juga berencana membuka usaha bisnis restoran. Meski sebelumnya pernah gagal. Dia berencana membuka sebuah restoran dengan orang lain. Akan tetapi bisnisnya itu hanya sebagai sampingan dan bukan sebagai profesi utamanya.
Semua apa yang dilakunya itu, menurut Mitha, tentu sudah mendapat izin dari sang suami maupun sang anak. Dukungan anak juga sangat penting buat Mitha. Dirinya tidak mau disebut ibu durhaka jika tidak mempertimbangkan anak.
Dan beruntung, Adrian, selalu memberikan izin apa yang akan dilakukannya. “Saya kalau mau pergi, izin dulu sama anak, Anak bagi saya adalah malaikat. Maka saya meminta dia untuk mendoakan saya agar sukses,” tuturnya.
Anak menjadi bagian penting dalam rumah tangga. Dia tidak bisa diindahkan begitu saja keberadaannya, saat mengambil keputusan. Harus dimintai pendapat, apalagi untuk keputusan yang berhubungan dengan dia secara langsung.
Pernah suatu ketika, Mitha nekat berangkat shooting padahal, buah hati belum memberikan izin. Akhirnya apa yang terjadi, sang anak malah sakit panas.
Sebenarnya selama ini meninggalkan dunia akting juga karena ingin memperhatikan anak secara total. Menurut Mitha, perkembangan anak harus selalu dipantau. Anak harus didampingi. Supaya anak menjadi solid, care, confidence dan skill akan dirinya, percaya diri yang tumbuh dan dia serap sesuai umurnya.
Mitha sendiri sejak awal berusaha memberikan sesuatu kepada anak yang cukup sesuai porsinya. Dia selalu mengajarkan kemandirian. Sehingga anak di rumah, saat ditinggalkan bersama anggota keluarga di rumah yang lain tetap bisa eksis.
Dulu, sebelum akhirnya memutuskan break dari dunia akting, Mitha pernah merasa bersalah kepada anak. Ia sempat tidak bisa mendampingi masa perkembangannya secara intens. Kesibukan di dunia akting sempat membuatnya lupa waktu, demi menyelesaikan pekerjaan yang sudah ditandatangani kontraknya.
"Pernah merasa kehilangan momen sama anak, saat stripping kemarin, saya sampai nangis, banyak momen hilang. Tapi itu perjuangan seseorang. Hidup adalah perjuangan. Ibu seperti saya memilih untuk bekerja seperti ini,” kata Mitha yang sempet merasa menyesal.
Momen keemasannya waktu sang anak belajar berjalan dan bicara harusnya ia berada di sisi anak. Untungnya, waktu itu Mitha memutuskan break, dan akhirnya masih memiliki waktu melihat anak belajar berjalan.
Dan sekarang anak sudah berumur empat tahun, sudah kritis, bisa protes bahkan pernah tidak mau dekat dengan ibunya.
Nenad, kata Mitha, banyak berperan dalam membesarkan sang anak meski sekarang ini berada di Bali. Nenad, sekarang sedang sibuk dengan pekerjaannya.
"Dalam mendidik anak, kami menjadi team work, maka bapaknya sering dilibatkan. Sesibuk apapun kita, Nenad di Bali saya di Jakarta,” kata Mitha.
Baik Mitha maupun Nenad berusaha menggunakan waktu secara berkualitas bersama anak. Mereka mencari yang terbaik buat anak, terkadang harus berkumpul di Jakarta dan mendadak harus ke Bali, meski dengan waktu yang terbatas.
Tapi biasanya, mereka lebih sering di Jakarta ketimbang di Bali. Kadang – kadang ke Bali, dan biasannya menghabiskan waktu di laut. Sayangnya, Mitha enggan berlama –lama di laut, takut kulitnya hitam. Sengatan matahari di pantai lama sekali dipulihkan. (tia/l)