
Ilustrasi
Jakartapress.com – Istri mengidap stroke, pensiunan Satpol PP selingkuh dengan PNS. Ketika sedang mesum di hotel, pasangan ‘terlarang’ itu digerebek polisi yang sedang razia.
Biasa menggerebek, gantian digerebek. Itulah kata-kata yang tepat bagi SY (50), oknum Satpol PP Kecamatan Diwek Jombang. Bagaimana tidak, SY digerebek polisi saat berhubungan mesum dengan pasangannya, QS (41), di hotel, Jumat (14/10/2011).
SY (50), yang merupakan anggota Satpol PP digerebek besama pasangan kumpul kebonya, QS (41), menjelang pelaksanaan salat Jumat, oleh sejumlah petugas dari Polsekta Jombang di Hotel Netral yang berada di Jalan RE Martadinata.
Saat itu petugas yang melakukan razia menyisir setiap kamar yang ada di hotel tersebut. Dari hasil penyisiran petugas mengamankan tiga pasangan mesum, yang satu diantaran adalah pasangan SY dan QS.
Saat pintu kamarnya terbuka, pasangan mesum ini sibuk mengenakan pakaian. Bahkan saking kagetnya, QS sempat melarikan diri ke kamar mandi. Begitu keluar dari kamar mandi, QS menutup muka menggunakan kaos dan celana dalam. Saat dilakukan pendataan oleh polisi itulah diketahui kalau SY adalah PNS (Pegawai Negeri Sipil) yang berdinas di Kecamatan Diwek.
Selanjutnya, pasangan kumpul kebo ini digelandang ke Mapolsekta setempat. Saat naik ke mobil petugas, SY tak terlihat canggung. Namun hal itu berbeda dengan QS, pasangan mesum SY. Perempuan bertubuh tambun ini terus menutupi wajahnya sambil menenteng kaos dan celana dalam.
Kepada wartawan, meski usianya baru 50 tahun, namun warga Desa Jatipelem Kecamatan Diwek ini sudah pensiun. "Saya sudah 2 bulan tidak berdinas karena pensiun. Namun sebenarnya hingga saat ini SK pensiun itu belum turun," kata SY sembari menunduk.
Ia juga mengakui bahwa QS bukan isteri sahnya. Namun, lanjutnya, dalam waktu dekat ini ia akan menikahi kekasihnya tersebut. SY beralasan, hubungan terlarangnya itu terpaksa dilakukan karena isterinya sendiri menderita stroke semenjak 10 tahun terakhir ini.
"Selain SY dan QS, kita juga mengamankan empat pasangan mesum lainnya. Mereka semua kita data serta membuat surat pernyataan. Razia ini kita lakukan untuk mengurangi penyakit sosial masyarakat," kata Kapolsekta Jombang, AKP Sunoto. [beritajatim/f]