top


vi TOP VIDEO
jakvideo

vi FONDAISME
karikatur


news BERITA POLITIKUS TERKINI
editorial
editorial
Jakarta

" Klakson Andi Suruji "
Jakarta Jakarta adalah magnet yang menyedot manusia untuk datang berkerumun dan menempel, berjubel, beragam kepentingan, Baik, buruk, tulus atau pun kepura-puraan.


SBY-Boediono Bakal Jadi Target Tuduhan

Oleh: Bambang Soesatyo
SBY-Boediono Bakal Jadi Target Tuduhan Jika SBY-Boediono tak maksimal cegah kerugian negara, otomatis jadi target tuduhan dan kecurigaan masyarakat.


KPK Tetap Lindungi Orang Besar?

Oleh: Derek Manangka
KPK Tetap Lindungi Orang Besar? Jika KPK sungguh-sungguh mau lakukan investigasi terhadap orang-orang 'besar', sebetulnya tidak sulit.



crime

Mega: ''SBY Kok Takut pada Malaysia''


ci

TERKAIT

KETUA Umum PDIP Megawati Soekarnoputri (Mega) yang juga Mantan Presiden RI menilai, Pemerintah RI di bawah kepemimpinan Persiden SBY lembek dalam menyikapi pencaplokan wilayah Tanjung Datu dan Camar Bulan oleh Malaysia.

Menurut Mega, pemerintah SBY tidak memiliki harga diri karena sibuk membantah pencaplokan yang benar-benar terjadi. Ia pun menganggap kasus hilangnya 1.495 hektare tanah dan 80 ribu wilayah laut akibat pencaplokan sebagai bukti tiadanya perhatian pemerintah terhadap daerah perbatasan.

"Mbok ya punya harga diri. Pemerintah bilang enggak ada nyaplok. SBY pasti tidak berani berbicara ke Malaysia," seru Mega saat pemaparan kuliah umum Pemikiran Pendiri Bangsa Edisi Soekarno di Megawati Institut, Jakarta Pusat, Rabu (12/10/2011).

Mega menegaskan, menyikapi pencaplokan tersebut mestinya pemerintah mendatangi pemerintah Malaysia dan memberi ultimatum agar tidak berani macam-macam untuk mengusik kedaulatan Indonesia.

Ia menyarankan, agar patok perbatasan yang tergeser harus segera dipindah ke tempat aslinya agar wilayah Indonesia tidak dimasuki aparat Malaysia. Namun yang terjadi, pemerintah hanya sibuk berbicara membantah pencaplokan dan tidak bekerja sama sekali. "Hanya ngomong saja, berbuat lah jangan banyak bicara," kritik pentolan PDIP ini.

Mega mengamati, SBY hanya pandai bicara dengan cara memberikan bantahan di dalam negeri. Sikap ini berbeda dengan yang ditunjukkan Soekarno yang berani berbicara lantang di Sidang PBB. "Kalau Bung Karno, masa mudanya saja berani menggugai pemerintah Belanda. Beliau juga berani berbicara soal Malaysia di PBB," tutur putri Proklamator RI Soekarno ini.

Ia pun tampak geram dengan pernyataan pemerintah SBY yang membantah pencaplokan batas wilayah tersebut. Seharusnya, tandas Mega, Indonesia berani menegaskan dengan bukti yang ada bahwa wilayah itu adalah milik Indonesia. "Eh, lu Malaysia, jangan bilang begitu. Ini buktinya. Mau mundurin patok lu apa enggak?" papar Presiden ke-5 RI ini.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi PDIP, TB Hasanuddin, mengatakan dirinya telah menerima informasi intelijen soal adanya pergeseran batas wilayah di Dusun Camar Bulan, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Batas wilayah Indonesia bergeser hingga 3,3 kilometer dari posisi asal. Indonesia pun berpotensi kehilangan wilayah sebesar 1.500 hektar akibat kejadian ini. Sejumlah Polisi Diraja Malaysia juga dikabarkan telah berpatroli di wilayah ini. (*/Rep)



Kontak KamiTentang KamiDisclaimerLowongan
Copyright © 2011 design by fonda > www.jakartapress.com

DMCA.com