top
channel
CITYNEWS | KOCAKCRIME | THEPOLICE
Minggu, 9 Oktober 2011 - 04:36

Sejoli Kepergok ‘WOT’ Langsung Dinikahin


Sejoli Kepergok ‘WOT’ Langsung Dinikahin

TERKAIT

Jakartapress.com – Bunga dan Kumbang --sebut saja begitu – kepergok warga sedang ngeseks di pinggir lapangan. Sejoli itupun diarak dan dinikahkan jam dua pagi di kantor Kepala Desa.

Sejak ada bom bunuh diri di Solo beberapa waktu lalau, warga Perumahan Puri Jaya, Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang giat melakukan ronda malam. Senin (10/10/2011) malam, giliran kelompok Oleng dan Supri dapat jatah ronda.

Seperti biasa, mereka membagi tugas. Oleng dan Supri mengontrol daerah disekitar lapangan yang agak gelap karena beberapa lampu jalannya mati. Sementara peronda lain keliling kampung di sekitar pemukiman.

Ketika melintas di dekat lapangan, Oleng melihat bayangan dua orang sedang duduk berdua disela-sela pohon. Oleng mencolek Supri. “Tuh, liat ada yang gak beres nih. Masak jam segini masih mojok,” ujar Oleng sambil melihat jam tangannya yang menunjuk pukul 22.00.

Dari kejauhan mereka melihat aksi sejoli itu semakin seru. Mungkin mirip film bokep, tapi bukan tiple X, baru semi saja. Mencium gelagat yang kurang enak. Oleng dan Supri sepakat ‘memonitor’ adegan selanjutnya. Jika cuma semi doang, ya..wajar deh. Tapi kalo sampai triple X, wah bisa gawat…itulah kalkulasi dua peronda ini yang sembunyi dibalik pohon sambil terus mengawasi sejoli itu.

Beberapa menit kemudian, apa yang dikuatirnya terjadi. Meski dari kejauhan, namun melihat ‘gaya’ sejoli itu sudah bisa dipastikan mereka sedang berhubungan badan. Meskipun dikeremangan malam, namun ‘siluet’ pasangan itu terlihat sedang memperagakan gaya  WOT alias “women on  top”.

Oleng dan Supri langsung menghampiri pasangan yang sedang dimabuk birahi itu, akibatnya  mereka kalang kabut berusaha menutupi bagian tubuhnya yang terbuka. Rupanya sejoli itu adalah Bunga (24) dan Kumbang (26), warga yang tinggal tidak jauh dari lapangan.  

Meskipun kenal dengan mereka, namun Oleng dan Supri bersikap tegas. Hukum harus ditegakkan, prinsip mereka. Setelah pasangan mesum itu merapikan pakaian yang sempat dicopot, kemudian mereka digiring ke rumah Kepala Desa Kepala Desa Sukamantri.

Awalnya Kumbang menolak dibawa ke kantor Kepala Desa, namun karena banyak warga yang keluar rumah dan ikut mengaraknya, sejoli itu pasrah. Di kantor Kepala Desa terjadi rembukan antara warga, dan keluarga sejoli itu. Kesimpulannya, saat itu juga mereka harus dinikahkan.

Permintaan warga tidak dapat ditolak. Sekitar pukul dua dinihari, pasangan kekasih yang tidak kuat tahan birahi ini akhirnya dinikahkan oleh M. Ebrek, Kepala Desa setempat. Sebelum acara bubar, Ebrek berpesan untuk semakin meningkatkan kegiatan ronda. Siapa tahu ada pasangan lain yang kepergok lagi. [depe/f]






KOMENTAR ANDA

Kontak KamiTentang KamiDisclaimerLowongan
Copyright © 2011 design by fonda > www.jakartapress.com

DMCA.com