
Presiden SBY diminta perlu mewaspadai reshuffle kabinet dengan penyusupan agenda kepentingan politik Pilpres 2014. Jangan sampai seperti memelihara anak macan.
Untuk itu, perlu diwanti-wanti masukan pimpinan parpol dan pebisnis. Sebab, penyusupan membawa agenda busuk untuk mendiskreditkan pemerintah yang tinggal tiga tahun lagi.
“Watak pimpinan parpol dan pebisnis itu kan selalu mengejar keuntungan, termasuk dalam rencana reshuffle kabinet ini. Sebab, ideologi partai politik adalah kepentingan,” ujar Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Ahmad Mubarok, Jumat (7/102011), seperti dilansir RM Online.
Makanya, lanjut mantan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat tersebut, yang diperlukan sekarang ini adalah loyalitas agar program pemerintah bisa terwujud.
“Beberapa kementerian strategis, seperti kementerian ekonomi dan kementerian BUMN harus diisi kalangan non-partai. Ini demi untuk menjaga agar tidak dijadikan sapi perah bagi partai politik,’’ paparnya.
Berikut kutipan selengkapnya;
Anda melihat ini sebagai ajang fundrising bagi partai politik?
Kalau bagi presiden bukan, tapi bagi partai politik saya mengindikasikannya seperti itu. Karena seperti yang saya ungkapkan, watak partai ya seperti itu, mengejar keuntungan.
Kalau reshuffle ini disusupi, apa dampaknya bagi Presiden?
Kalau buruk kinerja kementerian, maka nama Presiden buruk juga. Tapi sebaliknya, kalau kinerja kabinet bagus, nama Presiden baik juga. Kalau niatnya ada kepentingan politik 2014, tentu ini nggak bagus. Tujuannya ingin mendiskreditkan pemerintah, lalu mereka mendapatkan keuntungan.
Saya kira beliau tahu mengenai itu. Pak SBY selaku pemegang hak prerogatif dalam reshuffle kabinet ini, tentu akan melakukan yang terbaik demi bangsa, negara, dan rakyat.
Berarti reshuffle kabinet ini harus dengan pertimbangan kinerja, bukan politis?
Saya berkeyakinan bahwa reshuffle sekarang murni untuk peningkatan kinerja, dan pertimbangan politis tidak terlalu besar. Apalagi, beliau tidak mencalonkan lagi Pilpres 2014, sehingga diharapkan beliau meninggalkan jejak kesejarahan yang baik. Dicatat dengan tinta emas dalam perjalanan bangsa ini.
Kriteria seperti apa yang pantas menjadi menteri di bidang ekonomi?
Tentunya sang menteri harus memiliki pengetahun ekonomi global atau ekonomi makro. Hal ini cukup penting agar arah ekonomi kita tidak bergantung pada satu kawasan saja. Misalnya Amerika Serikat atau Eropa saja. Apabila ini berhasil, kita bisa berpindah pasar tidak hanya bergantung pada satu tempat.
Bagaimana dengan bidang mikro?
Dalam bidang ini bisa disiasati dengan menempatkan pejabat Eselon 1 atau pun Dirjen yang paham mengenai strategi ekonomi mikro. Bila ini berhasil, maka kita memiliki ketahanan yang kuat di dalam negeri dan ada kesinambungan ekonomi makro dan mikro bisa tercapai, sehingga ekonomi kita bisa mandiri, tidak bergantung dengan negara lain.
Apa yang harus dikuasai seorang menteri di bidang ekonomi?
Tentu seorang menteri ekonomi harus paham masalah makro. Kita saat perjanjian-perjanjian internasional selalu kalah karena tidak menguasai masalahnya. Sering masalah sengketa internasional kalah karena dikontrak, kita banyak tertipu. (*/RMOL)