
Jakartapress.com - Cita-citanya untuk menjadi polisi tak tercapai. Namun, keinginan itu masih terus membakar hatinya. Untuk mengobatinya, Archie Soenarli (29) pun menjadi polisi tanpa karta tanda anggota (KTA) alias polisi palsu.
Gagal menjadi polisi, Archie terdampar menjadi seorang sopir taksi. Meski berprofesi mulia sebagai pengantar penumpang ke lokasi tujuan, namun tak membuatnya puas. Baginya, polisi adalah impian yang tak pernah mati. Maka jadilah dia sopir taksi yang nyamar sebagai polisi (gadungan).
Untuk memenuhi kepuasan dalam hatinya, dia pun membeli pakaian polisi. Dan yang dipilihnya adalah seragam milik Brimob. Memiliki tubuh yang tegap dan rambur yang sedikit cepak, tentunya semakin membuatnya percaya diri. Dia yakin dengan seragam polisi tampangnya gak bakal malu-maluin.
Agar penampilannya semakin dipandang dan ditakuti oorang, dia pun melengkapai pakaian Brimobnya dengan atribut kepangkatan.
Tak tanggung-tanggung dia memilih pangkat perwira pertama, yaitu Ajun Komisaris Polisi atau ngetopnya AKP.
Agar lebih pede lagi, motor Yamaha Yupier Z miliknya dilengkapi dengan nomor polisi kedinasan 2407-14. Archie sudah benar-benar menjadi polisi tanpa KTA.
Dengan atribut seperti itu, tentu dia leluasa untuk menakut-nakuti sopir angkot. Para sopir angkot dikompasnya. Awalnya aksi para sopir angkot gak peduli. Tapi lama-kelamaan aksinya justru meresahkan dan mengurangi pendapatan.
Sopir angkot lalu mengadukan ulah Archie ke Mako Brimob Kelapa Dua, Depok. Terang saja aparat Brimob jengkel mendapat laporan itu. Beberapa petugas Brimob langsung mencari Archie.
Aksinya pun akhirnya terhenti setelah dia ditangkap di tempat kerjanya di pool taksi Bluebird, di kawasan Cimanggis.
“Modusnya berpura-pura mengatur angkot yang ngetem. Dengan seragamnya itulah, pelaku kemudian meminta upeti. Pelaku akhirnya ditangkap di tempat kerjanya di pool taksi Bluebird, di kawasan Cimanggis,” ujar AKBP K. Budiman, Juru Bicara (Jubir) Mako Brimob Kelapa Dua.
Dalam pemeriksaan, Archie mengaku sudah sejak tahun 2010 menjadi Brimob palsu dan meminta upeti dari para sopir angkot. Tapi dia juga tetap menjalankan tugasnya sebagai sopir taksi. Punya dua profesi.
Dari penggeledahan di rumah Archie di Jalan Kalisari Raya No. 45, RT 01/02, Kalisari, Jakarta Timur, petugas menyita motor Yamaha Jupiter MX putih , jaket hitam beratribut Subden 2 Den B Satuan III Pelopor, satu rompi polisi warna hijau , kaos Brimob warna coklat, sepasang sepatu PDL, KTP berpakaian Brimob pangkat AKP, dan SIM C foto lengkap berpakaian Brimob. [depe/g]