
Jakartapress.com - Wajah cantik Alya Rohali sekarang memang jarang terlihat di layar kaca. Maklumlah, sejak memiliki tiga anak, ia mengurangi kesibukan di dunia entertainment. Keluarga menjadi prioritas utama karena mengurus anak- anak dan suami membutuhkan banyak waktu.
Ketiga putrinya yakni Namira Adjani Ramadina (12), Diarra Annisa Rachbini (4) dan Savannah Nadja Rachbini (11 bulan) masih sangat membutuhkan perhatian seratus persen dari orang tua.
“Saya memang fokus keluarga, mengurus rumah tangga, apalagi anak-anak masih kecil-kecil,” kata wanita 34 tahun itu kepada wartawan belum lama ini.
Absen di dunia hiburan sementara demi urusan keluarga, bukan hal yang berat untuk Alya. Karena anak dan keluarga lebih penting dibandingkan apapun. Apalagi, kata Alya, sekarang ini dunia hiburan sudah diisi oleh generasi muda dengan wajah-wajah baru.
Memang, jika ada tawaran untuk tampil di layar kaca, Alya mengaku akan mempertimbangkan. Karena sampai kapanpun dunia hiburan yang pernah mempopulerkannya itu tak akan ditinggalkan. Terlebih suami memberikan kelonggaran kepada dirinya seandainya ingin sekali-kali terjun ke dunia hiburan lagi. Dengan catatan tidak mengganggu kegiatan di rumah.
“Asalkan bisa mengatur waktu, dan keluarga tetap menjadi prioritas, suami tetap mengizinkan,” kata istri Faiz Ramzy Racbini itu. Untuk main sinetron mungkin Alya masih harus berpikir beberapa kali, karena belum tentu suami akan mengizinkan. Biasanya syuting sinetron banyak menyita waktu.
Menurut mantan Putri Indonesia 1996 itu, mengurus tiga anak bukan perkara yang gampang. Apalagi putri pertama Namira, hasil pernikahan dengan suami pertama Eri Surya Kelana itu sudah beranjak remaja.
“Dia sudah ABG, sudah mengenal lawan jenis, jadi saya mesti memperhatikan, mulai dari pergaulannya,” kata wanita cantik itu.
Alya mengaku membatasi pergaulan anaknya, meski tidak harus banyak melarang. Karena dengan sering melarang anak biasanya justru penasaran dan melanggar diam-diam.
Mengasuh anak remaja tetap lebih sulit dibandingkan ketika masih balita. Ia harus mengikuti perkembangan segala hal yang berhubungan dengan remaja. “Saya harus banyak belajar, agar suatu ketika anak saya bertanya sesuatu saya bisa menjawab,” tutur wanita yang telah mengambil program paska Sarjana / S2 hukum di UI itu.
Namun demikian, putrinya itu masih dalam tahap yang umum. Alya berusaha selalu dekat, tak hanya sebagai ibu tapi juga bisa sebagai teman. Dengan demikian anak akan lebih terbuka.
“Saya sama dia selalu terbuka, supaya saya selalu bisa memantau perkembangan dan perubahannya,” kata Alya.
Begitu juga anaknya yang kedua, Diarra. Meski sudah mandiri sejak memiliki adik, Diarra putri yang manja. Diarra kata Alya sangat dekat dengannya. Sementara untuk anak ketiganya Najwa, Alya berharap mengikuti jejak nya menjadi putri Indonesia. “Harapan orang tua kepada anaknya kan boleh-boleh, saja,dan bersyukur jika ternyata harapan itu terwujud” tuturnya. [tia/f]