top
channel
SUPERNATURAL | FENGSHUI | HOROSKOP
Minggu, 11 September 2011 - 14:25

Dikutuk Hantu Kolok, Satu Desa Bisu Tuli


Dikutuk Hantu Kolok, Satu Desa Bisu Tuli

TERKAIT

Jakartapress.com – Sepintas kehidupan di Desa Bengkala normal-normal saja. Padahal, semua warganya menderita bisu tuli. Mereka yakin kondisi itu karena kutukan Hantu  Kolok.

Kehidupan warga Desa Bengkala, Buleleng, Singaraja, Bali sekilas terlihat biasa saja. Tidak tampak ada kejanggalan ataupun  keanehan dari desa yang berpenduduk 2.730 jiwa itu.

Tapi siapa sangka, desa terletak di ujung Utara Pulau Bali atau sekitar 30 kilometer dari Kota Singaraja tersebut seluruh penduduknya bisu dan tuli. Menurut mitos, desa itu dikutuk oleh Hantu Kolok. Bagaimana bisa terjadi?

Memasuki Desa Bengkala, yang terlihat keasrian dan keramah tamahan pendudukan. Mereka selalu tersenyum ramah ketika bertemu dengan orang  lain. Kehidupan sehari-hari mereka benar-benar seperti kehidupan pada umumnya dan berjalan normal.

Ada yang terlihat merumput, berternak lele ada juga sedang angon sapi. Hanya saja, ketika melihat dua orang saling berinteraksi, yang digunakan adalah bahasa isyarat atau  bahasa tubuh. Konon, bahasa isyarat itu mereka ciptakan sendiri sebagai alat komunikasi warga desa.

Warga setempat masih meyakini, desa mereka telah didatangi Hantu Kolok. Dan hantu itulah yang menyebabkan seluruh penduduk dan keturunannya menjadi cacat. Menurut cerita, kekuatan roh jahat lah yang menguasai desa sejak lama tepatnya zaman kerajaan.

Seorang tokoh masyarakat Bali, I Ketut Riana (45), menuturkan, banyak cerita berkembang mengenai awal mula musibah tuli dan bisu massal itu. Ada yang percaya akan cerita seorang anak raja yang malas menjawab pertanyaan orang lain.  Sehingga membuat orang lain mengutuknya.

Anak raja dari Desa Bengkala pergi tanpa pamit. Ketika disuruh pulang ternyata anak raja itu enggan menjawab sehingga petugas yang diutus langsung mengutuk anak itu. Anak raja dan keturunannya menjadi bisu dan tuli.

Yang lebih mengerikan lagi, penduduk yang telah meninggal diyakini selalu menjadi Hantu Kolok. Warga setempat mengaku pernah melihat Hantu Kolok . Hantu Kolok, merupakan arwah masyarakat yang meninggal dan gentayangan. Selama masih ada Hantu Kolok berarti kutukan itu belum berakhir.

Kini warga dibantu para tokoh agama dan masyarakat berupaya agar keturunan warga desa tersebut tak lagi bisu dan tulis. Berbagai ritual keagaaanmu digelar rutin, agar desa segera terbebas dari kutukan. Selain itu, diberlakukan larangan menikah dengan sesama warga desa. [tia/l]






KOMENTAR ANDA

Kontak KamiTentang KamiDisclaimerLowongan
Copyright © 2011 design by fonda > www.jakartapress.com

DMCA.com