
Jakartapress.com - Masjid pada umumnya menggunakan nama-nama dalam bahasa Arab, namun Masjid di puncak gedung Pusat Grosir Blok A-B Tanah Abang ini diberi nama Masjid Blok A Tanah Abang. Namun apalah arti sebuah nama jika melihat sosok bangunan megahnya dan filosofi keberadaannya di atas sebuah pusat perniagaan Jakarta.
Jika kita perhatikan di pusat-pusat keramaian seperti pasar tradisional, pasar modern, mal dan berbagai tempat umum lainnya, keberadaan sarana ibadah seperti musholah atau Masjid, nyaris terpinggirkan. Di beberapa pusat perbelanjaan, menyediakan tidak lebih dari dua musholah. Itupun letaknya ‘tersembunyi’ dan sulit dijangkau seperti di basement atau menyatu dengan areal parkir.
Tidak demikian yang ada di Pusat Grosir Blok A-B Tanah Abang. Selain memiliki enam musholah, tampaknya pengelola gedung ingin menempatkan urusan ibadah setara dengan urusan bisnis. Terbukti dengan dibangunnya sebuah Masjid megah di Lantai Atap (Lt.A) gedung Blok A yang membuat takjub banyak orang. Masjid yang proses pembangunan hanya enam bulan itu memiliki sentuhan Islam Klasik yang dipadu-padan dengan gaya Eropa ala Alhambra di Cordoba, Spanyol.
Puluhan pilar dan dindingnya dipenuhi ukiran dari abad ke-16 Masehi. Sementara itu lorong-lorong Masjid dilengkapi tembok dengan pilar berukir warna putih dan merah. Ornamen kaca patri plus kaligrafi terlihat menawan. Tak heran jika keindahan dan harmonisasi itu membuat orang betah di dalamnya. Bila di pusat niaga lain Masjid atau musholah hanya sekadar pelengkap, di Pusat Grosir Blok A-B Tanah Abang, Masjid ditempatkan pada posisi tinggi, indah, bersih, dan mewah.
Saat selesai dibangun tahun 2004 lalu, di sekitar Masjid yang sebagian bangunannya mengadopsi arsitektur Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah ini ditanami 16 pohon Kurma mini. Namun, pada perkembangannya, pohon-pohon yang didatang langsung dari Arab Saudi itu akarnya mengganggu, sehingga terpaksa dicabut dan diganti dengan pohon palem.
Pada bagian belakang, ada dua tangga yang terletak di sebelah kiri dan kanan untuk mencaai lantai dua yang luasnya hanya separuh dari ruang utama. Lantai dua itu menjadi tempat ibadah khusus wanita. Selain sarana wudhu yang sangat representatif untuk pria dan wanita, pengelola juga menyediakan tempat penitipan barang dan alas kaki.
Menurut seorang pengurus, Masjid Blok A Tanah Abang hanya melaksanakan sholat berjamaah saat Dzuhur, Ashar, dan Maghrib saja. Karena diluar tiga waktu sholat itu tidak ada kegiatan perniagaan lagi. Masjid ini juga kerap digunakan untuk pengajian, diskusi dan peringatan hari-hari besar Islam.
Menilik keberadaan Masjid ini, tentunya ada pesan yang ingin disampaikan pengolola Pusat Grosir Blok A-B ini. Pertama, untuk menempatkan posisi sebagai puncak tertinggi dalam mengagungkan Asma Allah. Kedua, tentunya agar selalu terlihat indah dan bersih sehingga hati akan senantiasa larut bermunajat kepada Sang Khaliq.
Di bulan puasa ini, suasana masjid semakin ‘meriah’ di siang hari. Puluhan orang beristirahat dan tidur di sekitar masjid yang sejuk. [ara/f]