top
channel

Cinta Bunga, Hasilkan Rupiah


Cinta Bunga, Hasilkan Rupiah

TERKAIT

Jakartapress – Menggeluti  suatu hobi biasanya membutuhkan biaya, bahkan ada beberapa hobi butuh biaya tinggi. Namun, banyak hobi yang justru bisa menghasilkan uang, tidak percaya? Tengok saja kegiatan penyuka bunga hias di Hiciban.

Beberapa hari lalu, sejumlah tokoh masyarakat seperti Marzuki Usman (mantan Menparpostel), Putera Astaman (Mantan Ketua Umum Pepabri), Ny. Eddy Sudrajat (isteri mantan Menhan), Arie Sudewo (Purn. TNI) dan beberapa orang lagi mendeklarasikan organisasi pecinta bunga, yaitu Himpunan Insan Pecinta Bunga Nusantara (HICIBAN).

Pendirian organisasi tersebut didasari karena Indonesia memiliki keragaman bunga yang memiliki nilai estetika dan komersial.

“Organisasi ini didirikan atas dasar kecintaan, kekaguman, dan keprihatinan terhadap bunga, yang merupakan flora yang memiliki estetika luar biasa, Bunga dapat menjadi penghias, pewangian, dan penyaluran hobby. Namun demikian, juga bisa memberikan manfaat ekonomis bagi yang serius menggelutinya,” kata Putra Astaman, Ketua Umum HICIBAN, di Jakarta.

Dia menambahkan, jika ditekuni dengan baik dan dikelola dengan serius, industry bunga dapat menjadi pilar penunjang perekonomian karena permintaan ekspor ke luar negeri juga cukup banyak.

“Banyak sekali permintaan terhadap bunga potong kita, sehingga dengan adanya informasi dan komunikasi melalui organisasi, hal ini bisa disampaikan kepada teman-teman yang melakukan budi daya bunga,” katanya.

Putera menjelaskan, akan lebih bagus jika beberapa asosasi atau pun himpunan lainnya yang berkecimpung dalan industri bunga ini bergabung agar kebersamaannya dapat lebih berdayaguna dan mampu meningkatkan anggota-anggotanya agar dapat berkembang lebih besar melalui daya saing yang baik dengan Negara-negara lain yang menghasilkan bunga.

Berdasarkan cacatan dan data Kemenbudpar yang dirilis pada Juni 2010, Indonesia belum memenuhi quota ekspor bunga potong khususnya untuk kawasan Asia Tenggara yang mencapai 90 juta dolar AS. Padahal Indonesia sangat potensial menghasilkan produk bunga ini.

Sedangkan volume ekspor menunjukkan peningkatan yang signifikan, mencapai lebih dari 18 juta dolar AS. Meskipun pertumbuhannya meningkat namun dibandingkan dengan ekspor yang dilakukan oleh Negara Belanda, termasuk relative kecil.

Dalam jangka pendek, menurut Putera Astaman, pihaknya akan banyak melakukan kegiatan pameran sebagai sarana organisasi untuk mendukung kepentingan pelaku bisnis yang memerlukan bunga dan yang menyediakan bunga.

“Misalnya melalui ekspo bunga, bisa menjadi sarana yang efektif untuk mempertemukan dua kepentingan ini, sekaligus mempromosikan pariwisata Indonesia. Negara lain pun sudah melakukan ekspo seperti ini, misalnya Pasadena (Amerika), Yunani, China, Thailand, dan Jepang”, tambahnya.

Indonesiajuga sering mengikuti ajang ekspo bunga tersebut, dan seringkali meraih penghargaan dalam kepesertaannya dalam ekspo tersebut. “Kami akan memberikan penghargaan kepada tokoh pemerintah dan tokoh swasta, atau pun cendikiawan, motivator dan para parkar yang berperan dalam pertumbuhan industri bunga ini menjadi lebih berkembang lagi,” kata Putra Astaman.*fr






KOMENTAR ANDA

Kontak KamiTentang KamiDisclaimerLowongan
Copyright © 2011 design by fonda > www.jakartapress.com