top
channel
JAKNEWS | FEATURED | TERKINI
Rabu, 25 September 2013 - 14:17

Kisah Syahrul, Bek Timnas U-19 Anak Buruh Tani


Kisah Syahrul, Bek Timnas U-19 Anak Buruh Tani

TERKAIT

Syahrul Kurniawan

JAKARTAPRESS.COM – Setelah 22 tahun, Timnas Indonesia akhirnya berhasil menyabet Piala AFF U-19 lewat adu finalti melawan Vietnam di partai final, Minggu (22/9/2013) WIB.

Salah satu ‘mesin’ pembobol gawang Vietnam adalah pemain belakang asal Ngawi, Muhamad Syahrul Kurniawan (18).

Tidak banyak yang tahu. Dibalik sukses Syahrul, ternyata ada kisah yang cukup memilukan.

Ya, pemain asal Ngawi FC binaan Ketua DPRD Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko ini mampu mengukir prestasi hanya bermodalkan tekad, kemauan dan kemampuan.

Pasalnya, bungsu empat bersaudara pasangan Nyartomo (57) dan Pariyem (51) tersebut hanyalah anak seorang buruh tani, dengan penghasilan yang tak menentu.

Kendati demikian, melihat bakat sepak bola anaknya sudah muncul sedari kecil, kedua orang tua Syahrul berusaha sekuat tenaga untuk mendorongnya.

Tidak jarang, sehabis main bola sepatu anaknya sering robek. Karena tidak punya uang untukmembelikan sepatu bola yang bermerk, Pariyem hanya menyuruh Syahrul untuk menjahitkan ke tukang sepatu yang tidak jauh dari rumahnya.

“Karena hidup saya serba mepet.Apalagi bapaknya hanya buruh tani.Untungnya Syahrul itu serba penurut, meski harus menjahitkan sepatunya yang rusak tanpa harus beli sepatu baru,” ujar Pariyem.

Rumah Orang tua M Syahrul Kurniawan-ist

NONTON DI TV

Setiap kali Syahrul main di ajang Piala AFF U-19, pihak keluarga tidak punya persiapan khusus di rumahnya.

Menurut Pariyem, mereka tidak punya uang untuk melihat langsung pertandingan anaknya. “Paling hanya kakaknya, Amir Suwanto yang pergi naik bus ke stadion,” lanjutnya.

Ya, seluruh keluarganya hanya puas dengan menonton lewat televisi.  “Dari rumah sambil berdoa,” imbuhnya.

Tak hanya itu. Setiap kali Syahrul bertanding, Pariyem mengaku berpuasa. “Sebagai ibu saya selalu puasa untuk mendoakan Syahrul sukses membela timnya,” tambah Pariyem lagi.

 

POTENSIAL

Manajer Persinga Ngawi sekaligus pemilik klub Ngawi FC, Dwi Rianto Jatmiko turut gembira dengan keberhasilan Syahrul. “Ini membuktikan bahwa Ngawi punya bibit sepakbola yang potensial,” jelasnya saat dihubungi Jakartapress.com, Rabu (25/9/2013).

Pria kelahiran Semen Paron yang kerap disapa Mas Anto ini menambahkan, sejak bergabung dengan Ngawi FC, ia sudah melihat kemauan keras Syahrul.

“Anaknya ulet, punya kemauan keras dan kemampuannya bermain bola bagus. Jadi tidak salah jika pelatih Timnas U-19 merekrutnya,” lanjutnya.

Ke depan, pihaknya berharap dari Ngawi akan muncul lagi Syahrul yang lain. “Ini baru awal. Semoga prestasi Syahrul menyemangati pemain lainnya, khususnya dari Ngawi,” pungkas Dwi Rianto Jatmiko.  [SN/syahnoer]






KOMENTAR ANDA

Kontak KamiTentang KamiDisclaimerLowongan
Copyright © 2011 design by fonda > www.jakartapress.com

DMCA.com