top
channel
JAKNEWS | FEATURED | TERKINI
Selasa, 13 Agustus 2013 - 21:56

Kronologis Pembunuhan Sisca Yofie


Kronologis Pembunuhan Sisca Yofie

JAKARTAPRESS.COM - Sebelum melaksanakan aksinya, Wawan alias Awing dan Ade merencanakan penjambretan di sebuah gudang di Masjid Baiturahman.

Awalnya, Ade diajak Wawan yang merupakan pamannya, mengantar mengajukan proposal pembangunan pesantren di Cililin Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Sutarno pun secara transparan menceritakan detail hasil BAP antara penyedik Polrestabes Bandung dengan tersangka Ade Ismayadi.

Dalam BAP tersebut, Ade mengaku sesaat sebelum kejadian, atau sekitar pukul 18.00 atau saat buka puasa, dia sedang takjil di Masjid Baiturahman. Kemudian Wawan datang dan mengajak membawa proposal pembangunan pesantren di Cililin.

"Kemudian saya diajak ke Gudang. Tapi saat di sana bukannya mau mengantar proposal, malah ngajak ngejambret sambil liatin golok dari tas selendangnya," kata Sutarno menirukan pengakuan Ade dalam isi BAP di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Selasa (13/8/2013).

Dia menyebutkan, awalnya Ade tidak mau. Namun lantaran dipaksa dan takut kepada sang paman, akhirnya Ade pun mengikutinya, padahal saat itu masih dalam suasana buka puasa. Kemudian di Sukamulya Indah, katanya, Ade yang mengendari motor disuruh berhenti oleh Wawan di sebuah pos kamling yang menuju arah Maranatha.

"Di sana saya minum bir yang sudah dibawa oleh Wawan," jelasnya.

Setelah itu, katanya, dirinya dan Wawan pun melanjutkan perjalanan menelusuri Jalan Setra Indah 2, dan saat lewat No 11, ada mobil Livina X-Gear (Sisca) seperti baru berhenti dan pengemudinya sedang di luar membuka pintu gerbang dengan pintu depan mobil terbuka.

Menurutnya, saat itu posisi mobil korban sudah dilewati. Namun Wawan menyuruhnya berputar balik. Dia akhirnya menuruti dan memutar motor dan disuruh berhenti sekitar satu meter dari mobil korban.

"Wawan berhenti. Mendekati mobil dan membawa tas. Namun korban melawan, dan saat kabur Wawan sempat membacok korban," tandasnya.

Hal yang sama diungkapkan Wawan. Setelah menyuruh Ade berhenti, dia turun dan pura-pura menyapa korban dan langsung mengambil tas korban yang ada di bangku depan mobil.

"Dia (korban) sempat berteriak dan mengejar, dan pegang leher saya. Saya coba lepaskan tapi susah. Terus saya bacokan golok dengan tangan kanan ke arah belakang sebanyak tiga kali," jelasnya di Mapolrestabes Bandung.

Setelah dibacok, katanya, pegangan pun lepas. Namun di tengah jalan, motor terasa berat. Wawan pun menyuruh tetap jalan dengan alasan tidak mau mati konyol, karena bisa jadi bulan-bulanan warga.

Saat di Jalan Cipedes Tengah tepatnya di Lapangan Abra, motor mati. Ternyata girnya terlilit rambut korban. Kemudian dia pun turun dan memotong rambut dari gir lalu kabur.

Setelah itu, dirinya langsung ke tempat sepi di daerah Pasteur, dan membuang helm, jaket yang dipakai Ade, serta handphone ke got dan golok. Kemudian dia membawa motor ke daerah Padalarang dan pergi ke Cianjur dengan istrinya. [ahmad/bay]






KOMENTAR ANDA

Kontak KamiTentang KamiDisclaimerLowongan
Copyright © 2011 design by fonda > www.jakartapress.com

DMCA.com