top
channel

Tien Lung Berprestasi Plus Lestarikan Budaya


Tien Lung Berprestasi Plus Lestarikan Budaya

TERKAIT

Jakartapress.com - Perguruan Tien Lung didirikan di Jakarta 20 Febuari 2000, bertepatan dengan perayaan Cap Go Meh tahun Naga Emas. Berpusat di Jalan Jatinegara Barat No.169, Jakarta Timur.

Nama Tien Lung yang artinya Naga Langit dipilih lantaran dalam tradisi masyarakat Tionghoa, Naga atau Lung adalah hewan yang paling tinggi dan paling tua.

Naga tersebut mempunyai tugas menjaga dan menopang langit tempat tinggal para Dewa. Jadi para anggota Perguruan Tien Lung diibaratkan sebagai seekor Naga perkasa yang mempunyai tugas dan tanggung jawab yang sangat besar. Disisi lain, Naga juga dianggap sebagai hewan pembawa berkah dan keberuntungan.

Perguruan Tien Lung mempelajari Wushu atau Kungfu. Didalamnya mencakup Jurus Standar Internasional (Taoloo), Perkelahian Bebas (San shou), Jurus dan Perkelahian Tradisional dari 3 aliran yaitu, San tung, U cu cien dan yang utama adalah Wing Chun.  Disamping itu Perguruan Tien Lung juga mempelajari Kick Boxing serta Liong dan Barongsai. 

Tujuan Perguruan Tien Lung mengembangkan olahraga yang mengandung unsur seni ini, selain untuk mencari bibit-bibit atlet yang dapat berprestasi dalam berbagai even pertandingan, juga ingin melestarikan dan memperkenalkan budaya Tionghoa kepada masyarakat luas.

Menurut Ketua Perguruan Tien Lung, Taufik Gunawan, kehadiran perguruan ini diharapkan dapat mempererat semangat persatuan dan kesatuan bangsa serta menambah kekayaan budaya bangsa Indonesia.

"sesuai prinsip perguruan, kami ingin berprestasi sambil melestarikan budaya bangsa," tuturnya kepada Jakartapress, Rabu (1/6).

Untuk guru besar Perguruan Tien Lung adalah Grand Master Kang Sin Sin (alm). Dia adalah satu-satunya orang yang mengembangkan Wushu Tradisional aliran Wing Chun di Indonesia.

Kang Sin Sin adalah murid dari Grand Master Yip man. Yip Man sendiri juga merupakan guru dari pe-Wushu legendaris Brucee Lee.

Perguruan Tien Lung telah terdaftar di Pengurus Besar Wushu Indonesia (PNWI) dan Asosiasi Liong dan Barongsai Seluruh Indonesia (ALBSI). Banyak anggotanya yang duduk sebagai pengurus dalam kedua organisasi tersebut. Saat ini murid dari Perguruan Tien Lung mencapai lebih dari 500 orang, yang tersebar di berbagai daerah di Jakarta.

       

PRESTASI CEMERLANG

Prestasi yang telah diukir Perguruan tien Lung sangat banyak. Untuk kejuaraan Liong dan Barongsai antara lain Juara II Festival Barongsai Junior se-JABOTABEK piala Walikota Jakarta Barat 2002, Juara I dan II Festival Barongsai KAPOLRES Jakarta Timur Open 2002, Juara III dan Harapan I Kejurda PERSOBARIN se-JABOTABEK 2004, Juara III Festival Barongsai The Green, se-JABOTABE, Juara I Festival Barongsai Kota Tua, Piala Walikota Jakarta Barat 2006, Juara III Festival Barongsai Fauzi Bowo Cup 2007 se- JABODETABEK dan Juara I Kejuaraan Liong & Barongsai PLBSI DKI Jakarta Open 2010, Kategori Peking Sai

Sementara untuk prestasi Wushu yang pernah diraih adalah Juara II Wushu Sanshou piala Rektor Univ Gunadharma 1998, Juara III senior Kejurda Wushu DKI 2001, Juara III senior Kejurda Wushu Jawa Barat 2002, Juara I, II dan III junior Kejuaraan Wushu Inti Bayangan Open 2004, Juara II senior Kejuaraan wushu Inti Bayangan Open 2004 dan Juara I Wushu Sanshou Piala Rektor Univ Gunadharma 2005. @ den






KOMENTAR ANDA

Kontak KamiTentang KamiDisclaimerLowongan
Copyright © 2011 design by fonda > www.jakartapress.com