top
channel
PELUANGKERJA | KOMUNITAS | INFOGAME | HOTELDANRESTO
Selasa, 11 Februari 2014 - 11:05

Kebersamaan Indonesia Nunchaku Club


Kebersamaan Indonesia Nunchaku Club

TERKAIT

JAKARTAPRESS.COM - Pada awal tahun 70-an, dunia perfilman dihebohkan oleh kahadiran Lie Sao Lung atau populer dengan sebutan Bruce lee. Saat itu Bruce membawa sesuatu yang baru, terutama tehnik beladiri yang disebut tinju China atau kungfu.

Selain menggenalkan kungfu, Bruce juga memperkenalkan sebuah senjata yang cukup unik, berupa dua bilah kayu yang dihubungkan dengan rantai yang disebut double stick atau nunchaku.

Sejak saat itu, nunchaku menjadi populer dimana mana. Orang orang pun mulai membuat sendiri senjata ini dan mencoba memainkannya.

Kepopuleran nunchaku yang memiliki daya hancur kuat, membuat nunchaku dianggap sebagai alternatif senjata yang cukup mematikan. Terlebih bentuknya yang relatif simpel dan kecil sehingga mudah untuk disembunyikan, membuat senjata ini dinilai sebagai senjata favorit dan cukup berbahaya.

Tidak sedikit para kriminal yang menjadikan nunchaku sebagai senjata pilihannya, disamping pisau atau pistol. Karena dinilai cukup berbahaya, dibeberapa negara nunchaku dianggap sebagai senjata ilegal, seperti misalnya di Canada, Singapura, atau beberapa negara bagian Amerika Serikat.

Dengan larangan ini nunchaku menjadi satu satunya senjata tumpul masuk kategori senjata berbahaya.

Meski dibeberapa negara nuchaku dianggap senjata ilegal, minat terhadap nunchaku tidak surut. Bahkan banyak anak muda yang bukan penggemar beladiri, menjadikannya nunchaku sebagai barang mainan.

Untuk menghindari dari jeratan hukum, mereka membuat nunchaku dari bahan bahan yang tidak berbahaya seperti dari plastik, atau pipa pralon.

 

IMBAS DI INDONESIA

Di Indonesia tak luput dari imbas Nunchaku. Bahkan ada industri yang membuat jenis senjata ini dengan bahan baku kayu kelapa yang dihubungkan dengan rantai. senjata ini di Indonesia dikenal dengan istilah ruyung.

Tehnik memainkan nunchaku pun berkembang. Tehnik ini kemudian di sebut Free style nunchaku. Pada tehnik ini, yang lebih menonjol bukan tehnik untuk beladiri, namun lebih pada keindahan dan ketrampilan memainkan nunchaku.

Selanjutnya, lahirlah tehnik tehnik free style seperti wrist spin, back roll, front roll, tornado, huricane, dll.

Ketika peminat nunchaku di Indonesia makin membludak, terbentuklah Indonesia Nunchaku Club (INC). Komunitas ini mulai dirintis berdirinya sejak 15 Nopember 2008 oleh 4 orang, yaitu Sugi Hartono, Dodit 'Setiyohadi, Deddy Irmawan dan Matias Prasodjo'.

INC adalah sebuah wadah, tempat berkumpulnya orang orang yang senang pada senjata nunchaku. Komunitas ini berdiri dengan sifatnya terbuka, cair, saling berbagi dan saling bersahabat.

Di Inc. tidak ada tingkatan, kasta, senioritas atau apapun juga yang sifatnya membeda-bedakan. “Kami semua sama, kami semua belajar. Yang membedakan hanyalah lebih dulu masuk dan baru bergabung.

Yang lebih utama adalah terbangunnya rasa persahabatan, persaudaraan, dan saling bersilaturahmi. Jadi nunchaku adalah sarana untuk mempererat tali persaudaraan,” papar Mas Liong Bie, penggemar nunchaku.

Liong Bie menambahkan, INC berdiri juga karena banyak pemgggemar nunchaku kesulitan mencari tempat latihan.

“Mencari perguruan beladiri yang khusus mengajarkan nunchaku ternyata bukan persoalan mudah. Mungkin bisa dikatakan tidak ada,” lanjut Liong Bie.

Kecintaan pada nunchaku inilah, mungkin yang menjadi benang penghubung diantara penggemar nunchaku hingga akhirnya sepakat membentuk INC.

Hingga kini, tempat latihan nunchaku yang tergabung dalam INC sudah tersebar diberbagai kota di Indonesia. Mulai dari Jakarta, Bandung, Solo, Purwokerto, Yogyakarta hingga ke Kalimanatan Timur, Sulawesi Tengah dan Manokwari Irian Jaya. 

Jumlah anggotanya sudah ribuan orang. Dan setiap tempat latihan, biasanya dipimpin oleh seorang pelatih yang disebut kapten. [den]






KOMENTAR ANDA

Kontak KamiTentang KamiDisclaimerLowongan
Copyright © 2011 design by fonda > www.jakartapress.com

DMCA.com