top
channel
JAKNEWS | FEATURED | TERKINI
Senin, 16 Juli 2012 - 17:16

Muhaimin : 19 Pemprov dan 18 Kab/kota Dukung Program Transmigrasi


Muhaimin : 19 Pemprov dan 18 Kab/kota Dukung Program Transmigrasi

TERKAIT

JAKARTAPRESS.COM, JAKARTA - Sebanyak 19 Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan 18 Pemerintah Kabupaten/Kota sepakat untuk mendukung dan bekerja sama meningkatkan program ketransmigrasian. Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan naskah Kerja Sama Antar Daerah (KSAD) pemprov dan pemerintah kabupaten/kota.

Komitmen para kepala daerah yang termaktub dalam penandatanganan naskah kesepakatan KSAD ini  diharapkan menjadi jembatan penghubung bagi pembangunan antar wilayah di lokasi transmigrasi dan sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi daerah.

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar mengatakan melalui mekanisme Kerja Sama Antar Daerah, program transmigrasi  dirancang berdasarkan kebutuhan dan potensi masing-masing daerah. Kerjasama  ini dijadikan instrumen pengintegrasian kebutuhan dan keinginan daerah asal dengan daerah tujuan dalam penyelenggaraan transmigrasi.

“Pemerintah berharap KSAD di bidang transmigrasi ini dapat menciptakan peningkatan dan pemerataan kesejahteraan masyarakat di daerah pengirim dan penerima transmigran serta masyarakat yang bermukim

 di sekitar kawasan transmigrasi, “kata Muhaimin dalam keterangan pers Pusat Humas Kemnakertrans di Jakarta pada Minggu  (15/7).

Penandatanganan naskah KSAD transmigrasi ini disaksikan Dirjen Dirjen Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi (Dirjen P2KTrans) Jamaluddien Malik yang mewakili Menakertrans serta  Gubenur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo di di Rantepao, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, Kamis (12/7) lalu.

Muhaimin Iskandar mengatakan, program pembangunan transmigrasi ini diarahkan berbasis kawasan yang dapat dijadikan sebagai salah satu skema pembangunan. "Pembangunan wilayah transmigrasi ini tidak hanya berbasis spasial dan komoditas unggulan tertentu. Tetapi secara bersamaan juga memberdayakan masyarakat di kawasan transmigrasi," ujar Muhaimin.

Muhaimin meyakini bahwa pelaksanaan program transmigrasi selama ini telah membuktikan adanya percepatan pertumbuhan ekonomi daerah dan membuka lapangan kerja dengan berwirausaha. Maka itu, saat ini dengan sistem desentralisasi, daerah diberi kewenangan untuk mengurus kepentingan masyarakatnya sendiri.

 "Tapi dalam pelaksanaan program transmigrasi ini tetap memerlukan penyesuaian dan penyempurnaan, terutama dalam hal pendekatan sesuai perubahan dinamika kehidupan masyarakatnya," katanya.

Muhaimin menambahkan, tujuan KSAD di bidang ketransmigrasian ini adalah agar pemerintah kabupaten/kota, terutama yang memiliki daerah transmigrasi dapat merencanakan dan melaksanakan program transmigrasi sesuai dengan potensi wilayahnya

Untuk 19 pemprov yang terlibat kerja sama transmigrasi terdiri dari lima provinsi, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Jogjakarta dan Lampung, serta 14 provinsi daerah penempatan seperti Sumatera Barat, Bengkulu, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, dan Maluku.

Sedangkan 18 daerah yang terlibat di dalam kerja sama ini terdiri dari 10 pemerintah kabupaten/kota daerah asal di antaranya Pesawaran, Lampung Utara, Bogor, Sukabumi, Purwakarta, Surakarta, Bondowoso, Pasuruan, Situbondo, dan Sampang. Selanjutnya, delapan pemerintah kabupaten/kota daerah tujuan transmigrasi antara lain Kaur, Kubu Raya, Gunung Mas, Bulungan, Luwu Timur, Wajo, Luswu Utara, dan  Konawe Selatan.

Sementara itu, Dirjen P2KT Kemenakertrans Jamaluddien Malik mengatakan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) akan membuka lokasi transmigrasi di Kabupaten Toraja Utara, tahun ini.

Lokasi baru ini diperuntukkan bagi 200 kepala keluarga (KK) dari lima provinsi asal yakni Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah,Yogyakarta, dan Lampung.

Kawasan Toraja Utara sangat cocok untuk lokasi transmigrasi untuk komoditas perkebunan dan pertanian. Kondisi geografis pada kabupaten di Sulsel ini sangat cocok untuk perkebunan kopi, markisa, cengkeh, dan kakao, kata Malik

Menurut Malik, para  transmigran yang akan ditempatkan di Toraja Utara akan diseleksi dengan ketat mengingat potensi daerah tersebut sangat besar. “Transmigran yang akan ditempatkan di daerah ini sebanyak 200 KK yang difokuskan untuk komoditas perkebunan dan agricultur.Tahun ini akan mulai dibuka dan mereka yang ditempatkan disini berasal dari seluruh Indonesia”.






KOMENTAR ANDA

Kontak KamiTentang KamiDisclaimerLowongan
Copyright © 2011 design by fonda > www.jakartapress.com

DMCA.com