
JAKARTAPRESS.COM, JAKARTA - Seluruh tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kompak tak ikut nyoblos Pilkada DKI Jakarta, Rabu (11/7/2012) lalu. Alasannya, karena mereka malu memakai baju tahanan KPK.
Menurut penjelasan Wakil Pimpinan KPK, Bambang Widjojanto, diketahui ternyata mereka lebih memilih jadi golput dibandingkan harus keluar dengan mengenakan seragam tahanan KPK. Padahal, menurut Bambang, pihaknya sudah membuka kesempatan lebar bagi tahanan yang mendapat hak pilih untuk mempergunakannya.
KPK pun memberi jaminan untuk memfasilitasi hak-hak tersebut kepada para tahanan seperti Angelina Sondakh, Mindo Rosalina Manulang, Neneng Sri Wahyuni, dan Miranda Swaray Goeltom. Namun karena disyaratkan harus mengenakan baju tahanan KPK, mereka pun memilih tinggal di dalam rutan.
"Syaratnya harus pakai baju tahanan, pilih mana. Alhamdulliah 5 (tahanan) ngga mau," ucap Bambang, di tanjung Lesung, Banten, Sabtu (14/7/12).
"Saya lebih baik di dalam saja," ucap salah satu tahanan ditirukan Bambang.
Dikatakan Bambang, KPK memang sudah menerapkan kebijakan tegas untuk seluruh tahanannya. Begitu kaki mereka melangkah keluar dari sel, baju tahanan KPK harus langsung melekat di badan mereka.
Tak hanya itun, KPK juga sedang memikirkan cara lain untuk membuat tahanan mereka jera melakukan korupsi. Opsi yang bakal dipilih kemungkinan mengenakan borgol ke seluruh tahahan.
"Seorang tahanan keluar dari sel harus menggunakan pakaian tahanan," imbuhnya.