
JAKARTAPRESS.COM, JAKARTA - Satu hari jelang Pilkada DKI Jakarta, ternyata masih banyak warga yang merasa dirugikan karena belum mendapatkan kartu pemilih.
Seperti yang terjadi di wilayah Pulogadung, Jakarta Timur. Sekitar 35 warga di RW 03, Kelurahan Kayu Putih, mengaku belum mendapatkan kartu pemilih tanpa ada sebab yang jelas.
Salah seorang warga yang tidak terdaftar bernama Indra Kramadipa (31). Ia mengaku, walau telah tinggal puluhan tahun di wilayah tersebut, namun namanya pada pilkada kali ini tidak terdaftar sejak di DPS sampai DPT. "Saya tidak dapat hak pilih, tidak dapat surat undangan, di DPS pun tidak tercantum nama saya," kata Indra
Bukan hanya Indra, seluruh anggota keluarganya yang berjumlah lima orang juga tidak mendapatkan hak suara. "Saya, sepupu dan ibu saya bernama Mulyati juga tidak dapat kartu pemilih," kata dia.
Indra mengaku heran mengapa dirinya tidak mendapatkan hak pilih. Begitu juga ibunya yang telah tinggal puluhan tahun di wilayah tersebut. "Ibu saya juga punya KTP, tinggal puluhan tahun di sini, mengapa kami kehilangan hak pilih, kami akan ke PPS, kalau tidak ada juga di DPT, kami akan menuntut," ucapnya.
Indra yang juga merupakan aktivis PDIP ini mengaku bukan hanya keluarganya yang kehilangan hak suara. Menurut dia, masih ada 35 orang tetangganya yang tidak mendapatkan hak pilih.
Dia mengungkapkan, 35 warga tersebut adalah tetangganya yang merupakan simpatisan pasangan cagub Jokowi-Ahok. "Bahkan, ketua RT seperti ketua RT012 bernama Refni dan ketua RT015, Yumani, yang memang simpatisan Jokowi-Ahok tidak dapat kartu pemilih," kata Indra.
Hal serupa juga dialami oleh Catur Nugroho, warga RT 01/ RW 06, Cipinang Cempedak, Jakarta Timur. Ia mengaku hingga hari ini belum memperoleh kartu pemilih. "Kemarin, kartu pemilih dibagikan, namun saya dan adik belum mendapatkan kartu pemilih," kata Catur.
Dia heran, justru tetangganya yang sudah meninggal satu tahun lalu dan tetangganya yang telah berpindah rumah mendapatkan kartu pemilih. "Tapi, saya yang masih segar bugar kenapa tidak dapat?," tanya Catur.
Setelah mengetahui dirinya tidak mendapatkan kartu pemilih, ia pernah mengonfirmasi kepada anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS). "Ketika mengadu, justru PPS di wilayah saya seperti lepas tangan dan mengaku tidak tahu-menahu mengapa tidak mendapatkan hak pilih," ujarnya. (art/vvn)