top
channel
JAKNEWS | FEATURED | TERKINI
Senin, 9 Juli 2012 - 09:56

Banyak Utang, RI Malah Beri Utang ke IMF


Banyak Utang, RI Malah Beri Utang ke IMF

TERKAIT

JAKARTAPRESS.COM, JAKARTA - Pemerintah dinilai terlalu gampang memberikan cadangan devisanya Rp 9,4 triliun untuk IMF. Padahal, kondisi utang Indonesia pun kian membengkak di masa Pemerintahan SBY.

Menurut Koalisi Anti Utang (KAU), Pemerintahan SBY seharusnya berkaca pada kondisi utang Indonesia sebelum memutuskan untuk menambah kapasitas modal IMF. Indonesia masih menjadi negara pengutang dengan beban utang yang memberatkan anggaran negara. 

Secara keseluruhan pada akhir 2011 total utang pemerintah Indonesia sebesar Rp 1.960 triliun.

"Utang Indonesia terus mengalami peningkatan hingga mencapai sebesar Rp 1.960 triliun pada Mei 2012, atau meningkat sekitar Rp 157 triliun. Kondisi ini menimbulkan beban yang sangat besar dalam anggaran negara," kata Koordinator Advokasi Koalisi Rakyat untuk Hak atas Air (KrUHA) Muhammad Reza Shahib, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (8/7/2012).

Ditunjukan dalam APBN 2010, realisasi pembayaran cicilan dan pokok utang dalam mencapai Rp 215.546 triliun. Jumlah itu setara dengan 20,6 persen total realisasi belanja negara tahun 2010. 

Sedangkan jumlah pembayaran utang meningkat pada tahun 2011 hingga mencapai Rp 240.517 triliun, bahkan dalam pagu APBN-P 2012 jumlah pembayaran utang naik hingga Rp 322.709 triliun.

"Bila dibandingkan porsi anggaran untuk sektor kesehatan, pendidikan, perikanan dan pertanian, jumlah pembayaran utang telah menghabiskan porsi anggaran negara dalam jumlah yang sangat signifikan," jelas Reza. 

Reza menyebutkan, target kehadiran IMF bukan untuk menyelamatkan Eropa dari krisis. Sebab, kondisi IMF pun sedang kritis, dan mendompleng krisis sejumlah negara di kawasan Eropa.

"Di kawasan Eropa dan Asia, meskipun pada level yang berbeda, krisis semakin memperkaya segelintir pemilik modal melalui perampasan dana publik, kesepakatan investasi dan perdagangan bebas. Kesejahteraan rakyat dipangkas melalui kebijakan pengetatan anggaran, pencabutan subsidi, kenaikan harga energi dan bahan pangan," paparnya.

Sementara itu, Ketua Komite Internasional Indonesia untuk Forum Rakyat Asia Eropa (AEPF Indonesia), Riza Damanik menjelaskan, berbagai kebijakan dana talangan untuk sektor swasta ternyata gagal menyelamatkan krisis

"Justru yang terjadi sebaliknya, utang negara bertambah besar, pajak yang dipungut ke rakyat bertambah banyak, sementara subsidi dihapuskan. Situasi petani-nelayan bukannya membaik, malah kian terpuruk," jelasnya

Direktur IMF Christine Lagarde dijadwalkan akan datang ke Indonesia dan bertemu dengan Presiden SBY pada 10 Juli 2012 mendatang. Komite Indonesia untuk Forum Rakyat Asia Eropa (AEPF) menentang kedatangan IMF dan rencana pemerintah untuk menambah modal IMF.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia mengumumkan komitmen pinjaman kepada Dana Moneter Internasional (IMF) sebesar Rp 9,4 Triliun untuk modal sekaligus meningkatkan kapasitas pemberian pinjaman lembaga. Dana itu bersumber dari cadangan devisa Bank Indonesia.

Disebutkan secara resmi dalam Siaran Pers IMF No 12 /148, bahwa Indonesia, Malaysia dan Thailand menyatakan komitmennya untuk bergabung dalam upaya internasional meningkatkan sumber dana IMF dan akan melakukan konsultasi di dalam negeri terkait hal itu. (cntr)






KOMENTAR ANDA

Kontak KamiTentang KamiDisclaimerLowongan
Copyright © 2011 design by fonda > www.jakartapress.com

DMCA.com