![[Foto] Trend Hewan Peramal di Piala Eropa](http://cms.jakartapress.com/files/news/201206/tren hewan_pic.jpg)
JAKARTAPRESS.COM, - Popularitas Paul si Gurita sepertinya menginspirasi banyak orang untuk menjadikan berbagai binatang dengan multi intelegensi berlomba-lomba menebak hasil pertandingan. Gema kemeriahan even akbar seakan menjanjikan popularitas, saat si hewan yang secara konsisten dapat menebak skor dengan benar.
Bak selebritis, kehadiran hewan peramal selalu menjadi sorotan media di seluruh dunia. Meski banyak yang akhirnya patah di tengah jalan, tak sedikit dari binatang baru muncul dan mendeklarasikan diri sebagai pengganti Paul si Gurita.
Paul the octopus, lahir pada Januari 2008. Popularitas penghuni akuarium Sea Life Center, Oberhausen di Jerman ini meroket setelah dengan jitu menebak hasil pertandingan piala dunia 2010 khususnya Jerman. Meski sering menebak dengan jitu, si gurita pernah salah menebak saat berlangsung Euro 2008. Kala itu final antara Jerman dan Spanyol yang menurutnya dimenangkan Jerman, meski fakta berbicara, Spanyol yang juara. Gurita ini tak berumur lama, 26 oktober 2010 Paul akhirnya mati.
Kematian Paul rupanya menjadi anti klimaks munculnya hewan berbagai jenis yang dipercaya memiliki kemampuan yang sama.
Gajah Citta (33) dari kebun binatang di Krakow Polandia. Gajah ini mendadak populer setelah menebak Chelsea di final liga Champion 2012. Caranya meramal dengan memilih dua buah apel dengan dua bendera negara yang akan bertanding. Apel yang dimakan berarti itu pemenangnya.
Ada juga sekor Babi bernama Psychic (2), tak banyak catatan tentang binatang ini karena Psychic dikenal pemalu dan sengaja dijauhkan dari media. Hewan ini dikenal memiliki kemampuan menebak yang tak kalah jitunya. Penggemar bir dan kentang goreng ini menebak dengan memakan dari dua tempat makanan. Tempat yang dimakan dengan icon tim, adalah pilihannya, alias yang akan keluar sebagai pemenang.
Tak mau kalah dengan Polandia, tuan rumah Ukraina juga memiliki sosok binatang peramal.
Bernama Fred Si Musang. Berasal dari Kharkiv, Ukraina binatang ini memilih dengan cara mengambil makanan dari dua tempat yang sebelumnya di tandai dua tim yang akan bertanding.

Lama bernama Nicholas yang lahir di Ashdown Forest Llama Park, Sussex, Inggris. Lama ini dua kali menebak dengan jitu pemenang dua gelarang even sepak bola besar. Di final piala FA 2012, dia dengan jitu menebak Livepoll sebagai juara. Dan di piala Champion, lagi-lagi tebakanya benar, saat memlilih Chelsea sebagai juara tahun ini. Cara menebaknya seakan dilakukanya dengan professional. Perlu beberapa menit baginya untuk menjatuhkan satu dari dua bola yang berwarna khas tim yang akan bertanding.
Terakhir adalah sapi Jerman bernama Yvonne yang mencoba memprediksi laga perdana Jerman lawan Portugal di Grup B pada Sabtu (9/6) . Yvonne melakukan aksi ramalnya di Gut Aiderbichl, Deggendorf Eichberg, Jumat (8/6).
Satu tempat makan berisikan pakan ditempeli gambar bendera Portugal. Satu lagi ditempeli gambar bendera Jerman. Tapi sayangnya, Yvonne berlari kecang menuju kota berbendera Portugal. hasil sapi jerman tersebut dimentahkan Tim Jerman dengan skor 1-0
Selain beberapa hewan diatas, masih banyak cerita hewan peramal bermunculan di berbagai Negara. Mulai dari Sapi, marmut, hamster, kambing, kaktua, monyet dan bahkan jenis gurita yang lain di klaim memiliki tebakan jitu. Percaya atau tidak, yang pasti kemunculan hewan-hewan ini kian memeriahkan gelaran sebuah even akbar olah raga.
Tak jarang kehadiran hewan ini menjadi kambing hitam kekalahan sebuah tim.
Seperti tim tim Belanda yang merasa Down saat Paul si Gurita menebak Spanyol sebagai juara sebelum bertanding. (sal/cntr)